Ini 9 Tips Mengatasi Cyberbullying, Baik bagi Korban Maupun Pelaku!
--
MALANG, DISWAYMALANG.ID--Salah satu bentuk bullying adalah cyberbullying. Misalnya, yang masih banyak terjadi, bullying melalui media sosial (medsos). Bisa berupa mengirim pesan atau komentar yang kasar, atau lebih esktrem lagi, mengirim pesan, gambar, atau video yang bersifat seksual.
Tak cuma itu saja. Tindakan menyebar berita palsu atau informasi yang merugikan, dan merendahkan penampilan fisik seseorang dengan komentar yang kasar atau merendahkan di medsos juga termasuk ke dalam cyberbullying.
Apa itu Cyberbullying?
Menurut The United Nations Children’s Fund (UNICEF) cyberbullying adalah penindasan atau perundungan dengan menggunakan teknologi digital. Hal ini dapat terjadi di media sosial, platform pengiriman pesan, platform game, maupun telepon seluler. Tindakan ini dilakukan secara berulang yang ditujukan untuk menakut-nakuti, membuat marah, atau mempermalukan orang-orang yang menjadi sasaran.
Beberapa tindakan yang termasuk perundungan online ini adalah menyebarkan kebohongan atau mengunggah foto atau video memalukan seseorang di media sosial. Bisa juga berupa mengirimkan pesan, gambar, atau video yang menyakitkan, kasar, atau mengancam melalui platform pengiriman pesan.
Cyberbullying adalah tindakan yang sangat merugikan dan bisa memiliki dampak emosional dan psikologis yang serius pada korban. Penting untuk mengambil tindakan untuk melindungi diri sendiri dan melaporkan tindakan tersebut kepada pihak berwenang atau penyedia platform media sosial. Hal ini perlu dilakukan oleh korban atau siapa pun yang menyaksikan tindakan tersebut.
BACA JUGA:4 Mei, Hari Anti Bullying Sedunia! Waktunya Bedakan Mana Yang Becanda, Mana Yang Bullying
Cara Mengatasi bagi Pelaku dan Korban
Mengatasi cyberbullying adalah sesuatu yang kompleks. Tidak hanya dari korban, melainkan pelaku, dan juga institusi ataupun lembaga terkait. Berikut adalah langkah-langkah yang komprehensif untuk mengatasi cyberbullying bagi pelaku dan korban:
Mengatasi cyberbullying bagi pelaku
Beberapa hal yang bisa dilakukan adalah:
- Memahami tindakan yang dilakukan, pahami dampak tindakan yang dapat merusak mental dan emosional korban, serta berpotensi berdampak pada masa depan pelaku.
- Menghentikan tindakan, jangan mengulangi tindakan dengan cara berhenti mengirimkan pesan kasar, komentar merendahkan, atau penyebaran informasi palsu.
- Batasi penggunaan media sosial, jika dengan menggunakan media sosial membuatmu ingin melakukan tindakan perundungan, sebaiknya jangan lagi menggunakan media sosial.
- Minta maaf, mengakui kesalahan dan menunjukkan niat untuk berubah adalah langkah yang positif.
- Mengikuti prosedur hukum, jika perundungan menyebabkan pelanggaran hukum, pelaku harus mengikuti aturan hukum yang berlaku. Misalnya menjalani masa hukuman atau membayar denda
Mengatasi cyberbullying bagi korban
Tindakan apa yang perlu dilakukan jika menjadi korban cyberbullying?
- Menghentikan interaksi dengan pelaku, korban sebaiknya menghindari kontak dengan pelaku cyberbullying.
- Menyimpan bukti, simpan bukti tindakan cyberbullying yang dilakukan oleh pelaku. Termasuk tangkapan layar pesan, komentar, atau postingan yang merendahkan. Bukti ini bisa digunakan jika perlu melaporkan kasus tersebut pada pihak yang berwenang.
- Melaporkan ke pihak berwenang, laporkan ke polisi atau pihak berwenang yang kompeten. Mereka dapat membantu menangani kasus tersebut.
- Mendapatkan dukungan emosional, dalam mengatasi dampak emosional cyberbullying, korban sebaiknya mencari dukungan dari keluarga, teman, atau seorang konselor. Berbicara dengan seseorang yang peduli dapat membantu mengatasi stres dan trauma.
Perlu melibatkan banyak pihak untuk mengatasi cyberbullying. Upaya bersama dalam menciptakan lingkungan online yang lebih aman dan berempati, sangat penting untuk mencegah dan mengatasi masalah ini. (*)
Sumber: halodoc.com
