4 Mei, Hari Anti Bullying Sedunia! Waktunya Bedakan Mana Yang Becanda, Mana Yang Bullying
Hari Anti Bullying - Membedakan Mana Yang Masih Bercanda dan Sudah Termasuk Bullying-Freepik -
MALANG, DISWAYMALANG.ID -- Hari Anti-Bullying adalah momen penting untuk mengingatkan kita tentang bahaya perundungan, yang dapat muncul dalam berbagai bentuk, termasuk yang sering kali kita anggap sebagai bercanda.
Banyak orang berpikir bahwa humor atau candaan adalah cara yang aman untuk berinteraksi, tetapi dalam beberapa kasus, ini dapat berpotensi menyakiti perasaan orang lain dan bahkan mengarah pada bullying.
BACA JUGA:Banyak Kasus Depresi dan Bullying, Kesehatan Mental Juga Masuk Daftar Pemeriksaan Kesehatan Gratis
Untuk itu, penting bagi kita untuk mengenali perbedaan antara bercanda yang sehat dan bullying yang merugikan.
1. Apa Itu Bercanda yang Sehat dan Bagaimana Membedakannya dengan Bullying?
Bercanda yang sehat adalah bentuk komunikasi yang bisa membangkitkan tawa dan kebersamaan tanpa menyebabkan orang lain merasa terhina atau direndahkan. Humor jenis ini didasarkan pada saling pengertian dan menghargai perasaan orang lain. Dalam bercanda yang sehat, orang yang menjadi objek candaan tidak merasa terancam atau dilecehkan, tetapi justru merasa diterima dan dihargai dalam konteks sosial.
Sebaliknya, bullying adalah perilaku agresif yang dilakukan secara sengaja dengan tujuan merendahkan, menghina, atau menyakiti orang lain, baik secara fisik maupun emosional.
Menurut sebuah studi yang diterbitkan di Journal of Adolescent Health, perbedaan mendasar antara bercanda dan bullying terletak pada niat dan dampak yang ditimbulkan. Jika niatnya untuk membuat orang merasa terhormat dan tertawa bersama, maka itu adalah bercanda yang sehat. Namun, jika niatnya adalah untuk menjatuhkan orang lain, maka itu sudah tergolong bullying.
2. Mengapa Canda yang Menyinggung Bisa Menjadi Bullying?
Canda yang menyinggung sering kali terjadi tanpa disadari, tetapi bisa meninggalkan dampak yang besar pada orang yang menjadi objeknya.
Biasanya, perbedaan ini muncul ketika humor tersebut menyentuh aspek sensitif seseorang, seperti fisik, agama, atau latar belakang pribadi.
Sebuah penelitian dalam Journal of Social and Personal Relationships menunjukkan bahwa humor yang bernada merendahkan atau sindiran halus dapat memicu rasa rendah diri pada individu yang menjadi targetnya. Ini bukan hanya berdampak pada perasaan individu, tetapi juga bisa merusak reputasi mereka dalam kelompok sosial.
3. Mengapa Perbedaan Persepsi dalam Humor Itu Penting?
Humor sangat bergantung pada konteks budaya dan sosial. Apa yang dianggap lucu oleh seseorang dari latar belakang tertentu, bisa jadi tidak dipahami atau bahkan dianggap menyinggung oleh orang lain yang berasal dari latar belakang berbeda. Dalam konteks ini, mengenali perbedaan persepsi sangat penting. Canda yang mungkin diterima di satu kelompok bisa saja tidak diterima di kelompok lain, terutama jika ada perbedaan nilai atau norma yang mendasari.
Sumber: journal of adolescent health
