MALANG, DISWAYMALANG.ID--Masa kuliah sering disebut sebagai periode transisi paling krusial dalam hidup. Tidak hanya soal menyelesaikan tugas, skripsi, atau mengejar Indeks Prestasi Kumulatif (IPK), tapi juga perjalanan membangun jati diri, pola pikir, serta keterampilan hidup. Tak jarang mahasiswa mengalami krisis identitas, kebingungan menentukan arah, hingga merasa terjebak dalam tekanan akademis.
Di tengah tantangan itu, bacaan self-improvement bisa menjadi teman bijak yang dapat memberi sudut pandang baru. Bukan sekadar motivasi kosong, tapi paduan nyata dalam membentuk kebiasaan, mengatur prioritas, hingga menemukan tujuan hidup.
Karena itu, penting untuk cermat dan tepat memilih buku atau bacaan yang bukan saja menambah pengetahuan. Tapi, sekaligus bisa bermanfaat untuk self-improvement
Berikut sembilan buku yang direkomendasikan untuk mahasiswa agar perjalanan kuliahnya lebih terarah dan bermakna.
1. Atomic Habits – James Clear
Buku best-seller ini menjelaskan bahwa perubahan besar dimulai dari kebiasaan kecil. James Clear mengajarkan strategi membentuk rutinitas produktif dan menghilangkan kebiasaan buruk melalui metode ilmiah. Bagi mahasiswa, buku ini relevan untuk mengatur waktu belajar, menjaga konsistensi olahraga, hingga mengelola gaya hidup sehat.
2. Mindset – Carol S. Dweck
Konsep “growth mindset” yang dipopulerkan Carol Dweck membantu mahasiswa melihat kegagalan bukan sebagai akhir, melainkan batu loncatan untuk berkembang. Buku ini bisa menjadi penyemangat saat menghadapi nilai yang kurang memuaskan, tantangan organisasi, atau bahkan kegalauan dalam menentukan arah karier.
3. You Are Awesome – Matthew Syed
Dibawakan dengan gaya ringan, buku ini menekankan pentingnya percaya diri dan ketangguhan mental. Mahasiswa yang sering ragu mengambil kesempatan, seperti ikut lomba, magang, atau presentasi, bisa mendapatkan dorongan positif dari kisah dan riset yang dibagikan Syed.
4. How to Win Friends and Influence People – Dale Carnegie
Meski terbit sejak 1936, buku ini tetap relevan. Carnegie memberikan prinsip komunikasi sederhana yang berguna untuk menjalin relasi dengan dosen, teman sekelas, maupun jaringan profesional. Di era kolaborasi, kemampuan bergaul sering kali sama pentingnya dengan prestasi akademis.