Kendalikan Inflasi Jelang Ramadan, Pemkot Batu Gelar Pasar Murah Berbasis Voucher di Pasar Among Tani
Warga sedang antri voucher di pasar Among Tani -panca rp-
BATU, DISWAYMALANG.ID–Pemerintah Kota Batu resmi membuka gelaran Pasar Murah tahun 2026 sebagai langkah strategis pengendalian inflasi dan penguatan ketahanan pangan daerah. Bertempat di Hall Pasar Among Tani, Selasa (10/3), acara ini dibuka langsung oleh Wali Kota Batu, Nurochman, didampingi jajaran TPID dan Diskoperindag Kota Batu.
BACA JUGA:Hadapi Lonjakan 1,7 Juta Kendaraan, Saat Lebaran Jalur Klemuk Ditutup Total
Program yang berlangsung selama tiga hari (10–12 Maret) ini hadir dengan skema baru yang lebih melibatkan pedagang lokal dan menyasar stabilitas harga menjelang bulan suci Ramadhan dan Idul Fitri.
Dalam sambutannya, Wali Kota Batu Nurochman menekankan bahwa kegiatan ini merupakan kelanjutan dari Gerakan Pangan Murah yang sebelumnya sukses dilaksanakan di tiga kecamatan. Ia juga membagikan kabar baik terkait prestasi Kota Batu di tingkat provinsi.
"Kota Batu baru saja mendapat apresiasi dari Gubernur Jawa Timur karena mampu mencatat surplus komoditas bawang merah dan cabai merah di tengah tekanan inflasi nasional. Ini adalah bukti kekuatan sektor agrokreatif kita," ujar Nurochman.
BACA JUGA:Jelang Arus Mudik, Sopir Bus di Terminal Arjosari Jalani Tes Kesehatan, Ada yang Terindikasi Alkohol
Wali Kota berharap pasar murah ini dapat meringankan beban ekonomi masyarakat melalui subsidi harga kebutuhan pokok yang disediakan pemerintah.
Wali Kota Nurochman menginstruksikan kepada seluruh camat, lurah, dan kepala desa untuk aktif menyosialisasikan program ini agar bantuan tepat sasaran kepada warga yang paling membutuhkan.
"Mari belanja sesuai kebutuhan dan bersama-sama menjaga kondusivitas serta stabilitas harga di kota kita tercinta," tutup Nurochman.
BACA JUGA:9 Tanda Orang Mendapat Malam Lailatul Qadar dan Anjuran Ibadah di 10 Hari Terakhir Ramadan
Sementara itu secara teknis, Kepala Bidang Perdagangan Diskoperindag Kota Batu, Andri Yunanto, S.E., M.S.A., menjelaskan bahwa pemerintah beralih dari sistem penjualan langsung ke sistem voucher untuk meningkatkan efektivitas.
Masyarakat cukup menunjukkan KTP untuk mendapatkan 3 voucher potongan harga. Voucher ini dapat dibelanjakan di 45 toko mitra yang telah ditunjuk. Mereka adalah toko yang telah memiliki Nomor Induk Berusaha (NIB) dan terpasang stiker khusus "Mitra".
"Tujuannya agar pedagang pasar tetap berdaya dan barang mereka laku, sementara masyarakat mendapatkan harga murah. Contohnya, jika harga beras Rp15.000, dengan voucher diskon Rp5.000, warga cukup membayar Rp10.000," jelas Andri.
BACA JUGA:Pendaftaran Program Joint Degree Fapet UB–NPUST Taiwan Resmi Dibuka untuk Intake September 2026
Selain menyediakan komoditas utama seperti beras, gula, minyak goreng, telur, hingga daging sapi, pemerintah juga memberikan perhatian khusus pada komoditas cabai merah yang sempat fluktuatif. Berkat intervensi pemerintah, harga cabai yang sempat menyentuh Rp120.000 kini telah stabil di kisaran Rp85.000.
Tak hanya urusan belanja, pengunjung Pasar Among Tani juga bisa memanfaatkan berbagai layanan publik gratis yang dihadirkan di lokasi, antara lain:
- Layanan Kesehatan bagi pengunjung.
- Tera Ulang Timbangan untuk memastikan keakuratan timbangan pedagang.
- Layanan Sertifikat Halal Gratis bagi pelaku usaha.
Target Sasaran
Pemerintah menyediakan 1.000 voucher setiap harinya selama kegiatan berlangsung.
Sumber:
