Setelah abjad dan angka, lanjut ke kosakata yang sering digunakan sehari-hari, seperti:
1.Halo
2.Terima kasih
3.Maaf
4.Apa kabar?
5.Saya / kamu / dia
6.Makan / minum / tidur
Pelajari kelompok kosakata ini per tema. Misalnya, hari pertama tentang salam, hari kedua tentang aktivitas, dan seterusnya. Gunakan flashcard visual untuk mempercepat hafalan.
4. Tonton Video Gerakan dan Tirukan
Visual adalah kunci. Bisa cari video “Belajar Bahasa Isyarat Indonesia untuk Pemula” di YouTube atau TikTok. Gunakan video pendek agar tidak kewalahan.
Tipsnya: pause videonya di setiap gerakan, lalu tirukan sambil ngaca. Ulangi satu video maksimal 3 kali sehari selama seminggu. Jangan buru-buru pindah ke video baru kalau belum lancar.
5. Latihan Konsisten: 10 Menit per Hari Lebih Baik daripada 1 Jam Sekali Seminggu
Jangan menunggu waktu luang berjam-jam. Bahasa isyarat akan lebih melekat kalau konsisten meskipun sebentar. Cukup 10 menit sehari, misalnya setelah bangun tidur atau sebelum tidur malam.
Bisa mengulang kosakata kemarin, menambah satu atau dua isyarat baru, dan menguji diri sendiri lewat pertanyaan seperti, “Apa bahasa isyarat untuk ‘air’?”.
6. Gunakan Cermin untuk Latihan Ekspresi
Bahasa isyarat bukan hanya soal tangan, tapi juga ekspresi wajah. Coba tirukan isyarat sambil melihat ekspresi di cermin.