Langkah ini tidak hanya memberi arah jawaban yang jelas, tapi juga memudahkan pewawancara mengikuti logika berpikir secara langsung.
4. Gunakan Angka Bulat dan Asumsi yang Masuk Akal
Lebih baik menggunakan angka yang mudah dihitung seperti 250 juta, daripada angka yang sangat spesifik. Beberapa asumsi yang lazim dipakai:
Persentase populasi pengguna (10%, 20%, 30%)
Rata-rata harga produk (Rp 25.000 per kopi, Rp 7 juta per laptop)
Kapasitas layanan toko (200 pelanggan/hari)
Dengan demikian, perhitungan bisa dilakukan cepat dan logis, tanpa terlihat seperti menebak asal-asalan.
5. Contoh Kasus: Estimasi Jumlah Coffee Shop di Indonesia
Langkah-langkah:
1.Total populasi Indonesia: 270 juta
2.Asumsi 50% tinggal di kota: 135 juta
3.Asumsi 20% beli kopi di coffee shop: 27 juta
4.Satu toko melayani 200 pelanggan/hari
Maka: 27 juta ÷ 200 = 135.000 coffee shop di seluruh Indonesia
Penjelasan dilakukan secara terbuka dan rasional. Jika pewawancara menantang asumsi, siap untuk menyesuaikan.
6. Contoh: "Berapa penjualan laptop di indonesia?"