FIA UB Dorong Transformasi Digital Pasar Wisata Sendangduwur Lamongan

Jumat 06-11-2026,13:56 WIB
Reporter : Mohammad Khakim
Editor : Mohammad Khakim

LAMONGAN, DISWAYMALANG.ID - Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Brawijaya (FIA UB) mendorong digitalisasi pengelolaan pasar wisata Desa Sendangduwur, Kecamatan Paciran, Kabupaten Lamongan. Pendampingan yang berlangsung Minggu, 11 Oktober 2026, tersebut diarahkan untuk memperkuat tata kelola sekaligus memperluas pemasaran produk unggulan desa melalui pemanfaatan teknologi informasi.

Program pengabdian kepada masyarakat ini dipimpin Dr. Ainul Hayat. Tim dosen FIA UB menawarkan strategi transformasi digital agar aktivitas pasar wisata yang telah berkembang di Sendangduwur memiliki sistem pengelolaan dan pemasaran yang lebih terpadu.

Desa Sendangduwur mempunyai agenda pasar wisata yang digelar setiap Ahad Legi. Kegiatan tersebut menjadi ruang promosi berbagai produk unggulan masyarakat, terutama kerajinan lokal dan aneka kuliner khas desa.

Daya tarik pasar wisata ini juga diperkuat keberadaan wisata religi Mbah Sendangduwur yang telah dikenal masyarakat. Perpaduan wisata religi, kerajinan, dan kuliner menjadi potensi untuk membangun pengalaman wisata yang lebih beragam bagi pengunjung.

Namun, pengembangan potensi tersebut membutuhkan pengelolaan yang terintegrasi. Karena itu, tim FIA UB mendampingi para pelaku wisata desa untuk mulai menghubungkan tata kelola kegiatan wisata dengan sistem digital, termasuk dalam aspek pemasaran.

Ketua tim pengabdian, Dr. Ainul Hayat, mengatakan transformasi digital dapat membantu mengoptimalkan potensi wisata yang sudah dimiliki Desa Sendangduwur.

"Kita mencoba memunculkan gagasan tentang tata kelola wisata desa yang terpadu berbasis transformasi digital, potensi yang sudah bagus di Desa Sendangduwur akan menjadi lebih optimal kemanfaatannya apabila dikelola selaras dengan kemajuan teknologi informasi," ungkap Ainul Hayat.

Menurut dia, pemanfaatan teknologi informasi perlu menjadi bagian dari strategi pengembangan wisata desa. Dengan pengelolaan yang terintegrasi, potensi ekonomi masyarakat diharapkan dapat memberikan manfaat lebih luas.

Anggota tim pengabdian, Rendra Eko Wismanu, menambahkan bahwa kegiatan pelatihan juga diarahkan untuk membangun kesadaran pelaku wisata mengenai pentingnya mengikuti perkembangan teknologi.


Seluruh anggota tim pengabdian dosen FIA UB berfoto dengan Kades Sendangduwur dan istri. -fia UB--

"Pelatihan kita fokuskan untuk membangun kesadaran bahwa tren kekinian dan kemajuan teknologi informasi tidak bisa dihindari dalam pengelolaan wisata desa," jelas Rendra Eko Wismanu.

Melalui pendampingan tersebut, pelaku wisata diharapkan semakin memahami pentingnya pemasaran digital untuk memperkenalkan produk kerajinan dan kuliner lokal kepada calon pengunjung yang lebih luas.

Transformasi digital juga berpeluang memperkuat promosi pasar wisata Ahad Legi sebagai agenda unggulan desa. Dengan demikian, kegiatan pasar tidak hanya menjadi tempat transaksi produk lokal, tetapi juga bagian dari daya tarik wisata yang terhubung dengan potensi religi dan budaya setempat.

FIA UB berharap program pengabdian ini menjadi jembatan antara pengetahuan perguruan tinggi dan kebutuhan masyarakat. Kolaborasi tersebut diharapkan membantu pelaku wisata mengembangkan potensi ekonomi desa secara lebih adaptif terhadap perkembangan teknologi.

Kegiatan ini juga mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) ke-8, yakni pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi, khususnya melalui penguatan ekonomi lokal, pengembangan usaha masyarakat, serta peningkatan daya saing produk desa. (kjsm)

Kategori :