Gus Baha: Keistimewaan Nabi Muhammad Tak Habis Dipuji (2)

Kamis 05-11-2026,05:30 WIB
Reporter : Mohammad Khakim
Editor : Mohammad Khakim

Gus Baha kemudian memberikan contoh lain melalui kisah rambut Rasulullah.

Ia menceritakan Khalid bin Walid yang dikenal sebagai panglima perang tangguh. Dalam penjelasannya, Gus Baha menyebut sehelai rambut Nabi Muhammad yang disimpan di dalam peci Khalid bin Walid.

Rambut tersebut dikaitkan dengan tabaruk atau mencari keberkahan. Gus Baha juga menyebut keberadaan rambut Nabi Muhammad yang disimpan dan diperlihatkan di Hagia Sophia, Turki.

"Orang datang ke Turki juga ingin melihat rambut Nabi," kata Gus Baha.

Ia kemudian menghubungkan keberkahan peninggalan Rasulullah dengan keberadaan makam para wali. Gus Baha mencontohkan Sunan Bonang. Meskipun telah wafat, keberadaan makamnya tetap memberikan penghidupan bagi banyak orang.

Mulai penjaga keamanan hingga juru parkir memperoleh penghasilan dari aktivitas para peziarah. "Orangnya sudah meninggal, tetapi masih bisa memberi rezeki kepada orang yang hidup."

Menurut kiai yang dikenal melalui pengajian tafsirnya itu, pembahasan keberkahan tersebut menunjukkan betapa besar pengaruh orang-orang saleh.

Ia juga menyebut Madinah sebagai kota yang memiliki keistimewaan karena keberadaan Rasulullah.

Pada akhirnya, Gus Baha kembali menegaskan bahwa keutamaan Nabi Muhammad terlalu luas untuk dijelaskan seluruhnya. Bahkan, membahas satu bagian kecil saja tidak akan pernah selesai.

Karena itu, manusia hendaknya tetap berusaha memuji Rasulullah meskipun tidak akan pernah mampu menggambarkan seluruh kemuliaan beliau secara sempurna.(bersambung)

Kategori :