Diskopindag Bekali Tata Kelola Keuangan bagi Industri Hasil Tembakau

Selasa 03-11-2026,10:57 WIB
Reporter : Mohammad Khakim
Editor : Mohammad Khakim

KLOJEN, DISWAYMALANG.ID–Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskopindag) Kota Malang memberikan pembekalan bagi manajemen pabrik rokok. Mereka diberi materi keterampilan pengelolaan keuangan usaha melalui Bimbingan Teknis (Bimtek) Keuangan bagi Industri Hasil Tembakau (IHT).

Bimtek yang berlangsung pada 2–5 November 2026 di The Shalimar Boutique Hotel Malang ini diikuti 50 perwakilan manajemen pabrik rokok. Anggaran kegiatan ini dialokasikan dari Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) Tahun 2026.

Bimtek ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan pelaku IHT dalam mengelola keuangan perusahaan. Melalui pelatihan ini, peserta diharapkan memahami prinsip dasar pengelolaan keuangan. Juga, mampu melakukan pencatatan transaksi secara tertib dan sistematis serta menyusun laporan keuangan sederhana.

Kepala Diskopindag Kota Malang Eko Sri Yuliadi menyampaikan bahwa pelatihan ini diarahkan untuk meningkatkan kemampuan manajemen pabrik rokok.

“Harapannya kegiatan ini akan meningkatkan kemampuan pelaku Industri Hasil Tembakau (IHT) dalam mengevaluasi kondisi keuangan sebagai dasar pengambilan keputusan. Dengan demikian, akan semakin meningkatkan produktivitasnya,” beber Eko saat memberikan sambutan usai membuka kegiatan, Senin (2/11/2026). 

Lebih lanjut, Eko menyampaikan bahwa perkembangan industri hasil tembakau di Kota Malang menunjukkan pertumbuhan yang cukup signifikan. Jumlah pabrik rokok terus bertambah dari waktu ke waktu.

Kondisi tersebut menjadi peluang bagi pemerintah daerah untuk terus memfasilitasi perkembangan sektor industri tersebut. “Dari kondisi ini, kami selalu membuka ruang dan peluang bagi IHT untuk terus bertumbuh serta menembus pasar global,” ungkapnya.

Dalam pelaksanaannya, bimtek ini menghadirkan narasumber dari Gabungan Pengusaha Rokok Malang (Gaperoma) dan Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) Riyadi Digital Creative. Selain memperoleh materi dan pendampingan, peserta juga akan mendapatkan sertifikat kompetensi yang mengacu pada standar Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP).


Sesi foto bersama. -prokopim kota malang--

Eko menegaskan, sertifikasi tersebut menjadi salah satu aspek penting dalam meningkatkan kompetensi manajemen pabrik rokok. Selain membekali peserta dengan keterampilan pengelolaan keuangan perusahaan, sertifikasi diharapkan turut mendorong tertib administrasi dan pelaporan keuangan kepada instansi terkait.

Melalui kegiatan ini, harapannya manajemen pabrik rokok semakin mampu menerapkan tata kelola keuangan yang baik. Sehingga pengelolaan usaha dapat berjalan lebih tertib, terukur, dan mendukung peningkatan produktivitas industri hasil tembakau di Kota Malang. (adv)

Kategori :