Tim Dosen UB Ubah Kotoran Sapi dan Limbah Sayuran Jadi Biogas serta Pupuk Organik

Tim Dosen UB Ubah Kotoran Sapi dan Limbah Sayuran Jadi Biogas serta Pupuk Organik

Tim dosen, mahasiswa, dan mitra dalam rangkaian kegiatan Doktor Mengabdi UB 2026 di P4S Putra Wicaksono. -ist--

MALANG, DISWAYMALANG.ID — Limbah peternakan dan pertanian tidak selalu menjadi persoalan lingkungan. Dengan pengolahan yang tepat, kotoran sapi, sisa sayuran, hingga residu biogas dapat diubah menjadi sumber energi dan pupuk organik yang bernilai guna.

Potensi tersebut dikembangkan tim Doktor Mengabdi Universitas Brawijaya (UB) melalui program pengabdian masyarakat tahun 2026 di Pusat Pelatihan Pertanian dan Perdesaan Swadaya (P4S) Putra Wicaksono, Desa Parerejo, Jawa Timur.

Dalam program ini, tim UB memperkenalkan tiga teknologi tepat guna, yakni instalasi biogas sistem fixed dome, pupuk organik cair BioGrow, serta budidaya cacing tanah untuk menghasilkan pupuk kascing.

Kolaborasi ini juga menjadi ruang pertukaran pengetahuan. P4S Putra Wicaksono turut memperkenalkan Prolami, inovasi probiotik yang dikembangkan mitra untuk mendukung pengolahan pakan itik pedaging berbahan limbah makanan.

Program tersebut dipimpin Ir Rizki Prafitri SPt MA PhD dari Fakultas Sains dan Teknologi Peternakan (FAST) UB. Tim juga melibatkan Onni Meirezaldi SSos MM dari Fakultas Ilmu Administrasi (FIA), Prof Kuswati dari FAST, serta DrEng Tri Budi Prayogo ST MT dari Fakultas Teknik.

Kegiatan dilaksanakan bersama P4S Putra Wicaksono yang diketuai Ferry Setyawan. Sejumlah mahasiswa UB turut terlibat dalam penerapan teknologi dan pendampingan masyarakat.

Kotoran Sapi Diolah Menjadi Biogas

Salah satu teknologi yang diterapkan adalah instalasi biogas sistem fixed dome. Teknologi ini memanfaatkan kotoran sapi sebagai bahan baku untuk menghasilkan gas melalui proses penguraian bahan organik tanpa oksigen atau fermentasi anaerob.


Tim dosen dan mitra meninjau fasilitas instalasi biogas di P4S Putra Wicaksono. -ist--

Prosesnya diawali dengan mencampurkan kotoran sapi dan air di bak pencampur. Campuran tersebut kemudian dialirkan ke dalam digester untuk menjalani proses pengolahan hingga menghasilkan biogas.

Instalasi telah dibangun di lingkungan P4S Putra Wicaksono. Tim UB juga melibatkan pengelola dan masyarakat dalam praktik pengisian awal serta pengenalan cara kerja fasilitas tersebut.

Pemanfaatan biogas diharapkan dapat mengurangi penumpukan kotoran ternak sekaligus menyediakan alternatif energi untuk kegiatan produktif. Namun, kapasitas produksi gas dan efektivitas pemanfaatannya masih perlu dievaluasi melalui pengukuran lanjutan.

Residu Biogas Diolah Menjadi Pupuk BioGrow

Pengembangan teknologi tidak berhenti pada produksi energi. Tim Doktor Mengabdi UB juga memanfaatkan residu pengolahan biogas atau bio-slurry sebagai bahan dasar pupuk organik cair bernama BioGrow.

Sumber: