KLOJEN, DISWAYMALANG.ID – Kebocoran bangunan, instalasi listrik, drainase, hingga tembok yang diduga retak menjadi sejumlah persoalan infrastruktur Pasar Besar Malang yang akan diperiksa Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Diskopindag) Kota Malang. Pemeriksaan dijadwalkan pekan depan setelah pendataan awal ditargetkan rampung pekan ini.
Kepala Diskopindag Kota Malang Eko Sri Yuliadi mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan paguyuban pedagang untuk mengidentifikasi persoalan yang membutuhkan penanganan. Kepala pasar beserta staf juga diminta menginventarisasi kerusakan dan kebutuhan perbaikan.
“Untuk Pasar Besar, kemarin kami sudah berkoordinasi dengan pihak paguyuban. Saya juga sudah memerintahkan kepala pasar beserta stafnya untuk menginventarisasi, mengidentifikasi, dan mendata poin-poin yang sudah kami diskusikan dengan paguyuban,” ujar Eko saat dikonfirmasi, Sabtu (17/10).
Pemeriksaan akan menyasar lantai satu, lantai dua, serta sejumlah titik yang dinilai memerlukan perhatian khusus. Fokusnya meliputi kebocoran, instalasi listrik, dan drainase yang menjadi bagian penting dari fasilitas pasar.
BACA JUGA:Tim DLH Kota Batu Bergerak Cepat Angkut Ber-Ton Ton Sampah PascaKonser Ndarboy Genk
Selain itu, kondisi sejumlah tembok yang diduga mengalami keretakan juga akan diperiksa untuk memastikan tingkat kerusakan dan kebutuhan penanganannya.
“Masalah di sana salah satunya melihat tembok-tembok pasar yang mungkin retak. Itu nanti akan kami eksekusi secepatnya,” tegasnya.
Eko memperkirakan perbaikan yang bersifat mendesak dapat dilakukan tahun ini. Namun, jenis pekerjaan dan prioritas penanganan masih menunggu hasil pemeriksaan lapangan.
BACA JUGA:Grand Opening BYD Arista Malang, Gelar Tasyakuran dan Hadirkan SPKLU Ultra Fast Charging 200 kW
Untuk tahap awal, pembiayaan direncanakan melalui skema mandiri dengan melibatkan pedagang dan pemerintah. Sejumlah kebutuhan yang dibahas mencakup perbaikan listrik, drainase, kebersihan, serta keamanan pasar.
“Untuk perbaikannya sekarang mandiri. Jadi, untuk listrik, drainase, kebersihan, dan keamanan, rencananya dilakukan secara mandiri. Mandiri dari pedagang dan kami akan bekerja sama,” kata Eko.
Sementara itu, kebutuhan anggaran untuk tahap berikutnya akan diajukan kepada Wali Kota Malang. Dengan demikian, kepastian besaran anggaran dan cakupan perbaikan lanjutan masih menunggu hasil identifikasi serta pembahasan lebih lanjut.
Di luar persoalan fisik bangunan, Diskopindag juga membahas penataan aktivitas perdagangan bersama P3BM dan HIPAMA. Dalam pembahasan jangka pendek, penertiban pedagang kaki lima (PKL) menjadi salah satu agenda yang disiapkan bersama perbaikan fasilitas pasar.
BACA JUGA:BPBD Kota Batu Bersama Tim Gabungan Bersihkan Tumpahan Solar di Jalan Raya Oro-Oro Ombo