Didit Prasetyo Ungkap 4 Potensi Budaya Malang Raya yang Bisa Dikemas dengan Multimedia

Kamis 15-10-2026,11:39 WIB
Reporter : Abdul Halim
Editor : Mohammad Khakim

LOWOKWARU, DISWAYMALANG.ID – Warisan budaya Malang Raya berpeluang diperkenalkan melalui teknologi multimedia untuk memperluas pengalaman masyarakat dalam mengenal sejarah dan tradisi. Pemanfaatan seni media baru dinilai dapat menjadi alternatif penyajian koleksi museum tanpa menghilangkan nilai budaya yang terkandung di dalamnya.

Akademisi sekaligus praktisi seni Didit Prasetyo Nugroho SSn MSn menyampaikan hal tersebut dalam pemaparan bertajuk Dari Ingatan ke Pengalaman: Jejak Malang Raya dalam Seni Media Baru di Museum Mpu Purwa, Kota Malang, Kamis (15/10/2026).

Pemaparan itu merupakan bagian dari Pameran Bersama Temporer Delapan Museum bertajuk Perjalanan Waktu & Jejak Peradaban Malang Raya yang diselenggarakan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Malang pada 13–15 Oktober 2026.
Para siswa turut hadir di pameran museum. --halim/diswaymalang.id

Didit menjelaskan, pelestarian kebudayaan tidak cukup dilakukan dengan menjaga benda-benda peninggalan sejarah. Pengetahuan, tradisi lisan, praktik kesenian, dan pengalaman masyarakat juga perlu dirawat agar warisan budaya tetap relevan bagi generasi berikutnya.

“Melestarikan kebudayaan tidak hanya dengan menjaga bentuk, tetapi juga merawat pengetahuan, praktik, dan pengalaman masyarakat,” menjadi pesan utama dalam pemaparannya.

Menurut Didit, teknologi seperti video mapping, hologram, video interaktif, dan instalasi multimedia dapat dimanfaatkan untuk memperkaya penyajian sejarah dan koleksi museum.


Kepala Bidang Kebudayaan Kota Malang Juli Handayani. --halim/diswaymalang.id

Namun, penerapannya perlu didasarkan pada riset agar sesuai dengan karakter koleksi, konteks sejarah, serta kebutuhan masing-masing museum.

Teknologi, lanjutnya, bukan untuk menggantikan tradisi, melainkan menjadi medium yang memperluas cara masyarakat menikmati dan memahami kebudayaan.

Dalam pertunjukan tari tradisional, misalnya, teknologi dapat digunakan melalui tata cahaya, latar visual, dan unsur multimedia tanpa menghilangkan karakter maupun makna dasar tarian.

BACA JUGA:Hasil ACL Two 2026: Persib Bandung di Puncak, Ini Klasemen Grup E Terbaru

Empat Potensi Budaya Malang Raya

Didit mengidentifikasi empat lapisan kebudayaan Malang Raya yang berpotensi dikembangkan melalui seni media baru.

Pertama, sejarah material yang mencakup candi, artefak, dan bangunan bersejarah, termasuk peninggalan kolonial. Kedua, seni pertunjukan, seperti Topeng Malang dan kesenian tradisional lainnya.


Pengunjung pameran delapan museum di Kota Malang. --halim.diswaymalang.id

Kategori :