2 tahun Disway Malang

Hari Museum Nasional 12 Oktober, Malang Raya Punya Museum Angkut hingga Museum Panji

Hari Museum Nasional 12 Oktober, Malang Raya Punya Museum Angkut hingga Museum Panji

Hari Museum Nasional 12 Oktober 2026. Ini museum di Malang Raya, Indonesia, dan museum terbesar di dunia. -Ilustrasi: Gemini --

MALANG, DISWAYMALANG.ID – Hari Museum Nasional diperingati setiap 12 Oktober. Momentum ini menjadi pengingat pentingnya museum sebagai tempat menyimpan, merawat, meneliti, dan memperkenalkan warisan sejarah serta budaya kepada masyarakat.

Bagi Malang Raya, peringatan ini memiliki konteks tersendiri. Kawasan yang meliputi Kota Malang, Kabupaten Malang, dan Kota Batu memiliki beragam museum, mulai dari koleksi arkeologi dan sejarah kerajaan hingga transportasi, musik, pendidikan, dan budaya lokal.

Salah satu yang menarik perhatian adalah Museum Angkut di Kota Batu, yang menghadirkan perkembangan alat transportasi dari berbagai masa. Sementara itu, Museum Panji di Kabupaten Malang menyimpan koleksi yang berkaitan dengan cerita Panji dan kebudayaan lokal.

Sejarah Hari Museum Nasional, Berawal dari Musyawarah 1962

Penetapan 12 Oktober sebagai Hari Museum Nasional berkaitan dengan Musyawarah Museum se-Indonesia pertama yang berlangsung di Yogyakarta pada 12–14 Oktober 1962. Pertemuan tersebut dihadiri sekitar 40 peserta dari kalangan pengelola, tokoh, pemerhati, dan pencinta museum.

Musyawarah itu menghasilkan sejumlah resolusi untuk mendorong perkembangan permuseuman di Indonesia. Agenda yang dibahas antara lain kebutuhan regulasi permuseuman, pembentukan wadah komunikasi antarmuseum, peningkatan bantuan, serta penambahan jumlah museum.

Tanggal 12 Oktober kemudian ditetapkan sebagai Hari Museum Nasional dalam Pertemuan Nasional Museum di Kota Malang pada 2015. Pemilihan tanggal tersebut merujuk pada pelaksanaan musyawarah pertama pada 1962.

Peringatan ini bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat tentang peran museum dalam pelestarian warisan budaya, pendidikan, penelitian, dan penyebaran pengetahuan. Museum bukan sekadar tempat menyimpan benda lama, melainkan ruang untuk memahami perjalanan sejarah dan perubahan kehidupan manusia.

Indonesia Memiliki 516 Museum

Data Kementerian Kebudayaan hingga April 2026 menyebut Indonesia memiliki 516 museum. Dari jumlah tersebut, 373 museum atau 72,3 persen telah terregistrasi, sedangkan 234 museum telah terstandarisasi dalam tipe A, B, atau C.

Angka tersebut menunjukkan bahwa pengembangan museum masih menjadi pekerjaan penting, terutama dalam registrasi, standardisasi, konservasi, digitalisasi koleksi, dan peningkatan layanan kepada pengunjung.

Museum di Indonesia memiliki tema yang beragam. Ada museum sejarah perjuangan, arkeologi, seni, pendidikan, transportasi, ilmu pengetahuan, hingga museum yang berfokus pada tokoh dan kebudayaan tertentu.

Beberapa contoh museum di Indonesia antara lain:

  • Museum Nasional Indonesia, Jakarta, menyimpan benda prasejarah, arkeologi, etnografi, keramik, numismatik, dan koleksi sejarah. Profil resminya menyebut koleksi mencapai sekitar 190.000 benda, sedangkan publikasi Indonesian Heritage Agency mencatat 194.593 benda budaya.
  • Museum Manusia Purba Sangiran, Jawa Tengah, menampilkan temuan fosil dan informasi mengenai evolusi manusia serta kehidupan purba.
  • Museum Benteng Vredeburg, Yogyakarta, menyajikan sejarah perjuangan Indonesia, terutama melalui diorama dan dokumentasi sejarah.
  • Museum Sumpah Pemuda, Jakarta, mengangkat sejarah pergerakan pemuda dan lahirnya ikrar Sumpah Pemuda.
  • Museum Angkut, Kota Batu, menyajikan sejarah dan perkembangan alat transportasi dari berbagai masa.
  • Museum Panji, Kabupaten Malang, mengangkat cerita Panji, wayang, topeng, dan warisan budaya lokal.

Daftar tersebut merupakan contoh, bukan keseluruhan museum di Indonesia. Masing-masing memiliki fokus koleksi dan cara penyajian yang berbeda.

Sumber: diolah dari berbagai sumber

Berita Terkait