Anthony Ginting Kembali ke Korea Open 2026, Misi Ulangi Kejayaan 2017

Anthony Ginting Kembali ke Korea Open 2026, Misi Ulangi Kejayaan 2017

Anthony Ginting kembali ke Korea Open 2026. Juara edisi 2017 itu menghadapi Jeon Hyeok-jin pada babak pertama.-Ig badmintalk_com-Ig badmintalk_com

MALANG, DISWAYMALANG.ID - Anthony Sinisuka Ginting kembali tampil di Korea Open 2026 dengan membawa kenangan manis dari turnamen yang pernah mengantarkannya meraih gelar internasional pertama. Sembilan tahun setelah menjadi juara pada edisi 2017, tunggal putra Indonesia itu kembali memburu hasil maksimal di Yeosu, Korea Selatan.

Kali ini, langkah Ginting di Korea Open 2026 dimulai dengan menghadapi wakil tuan rumah, Jeon Hyeok-jin, pada babak 32 besar, Rabu, 4 November 2026. Pertandingan tersebut menjadi salah satu tantangan penting bagi Ginting untuk membuka peluang melangkah lebih jauh.

Ginting dijadwalkan bertanding di Lapangan 1 sekitar pukul 15.05 WIB. Menghadapi pemain Korea Selatan di hadapan publik sendiri tentu bukan perkara mudah. Dukungan penonton tuan rumah bisa menjadi tambahan motivasi bagi Jeon.

Kenangan Manis Ginting pada Korea Open 2017

Korea Open memiliki tempat tersendiri dalam perjalanan karier Anthony Sinisuka Ginting. Pada 2017, ia berhasil merebut gelar tunggal putra setelah melewati final sesama pemain Indonesia melawan Jonatan Christie.

Pertandingan final tersebut berlangsung ketat hingga tiga gim. Ginting akhirnya menang dengan skor 21-13, 19-21, dan 22-20.

Gelar itu menjadi gelar internasional pertama Ginting sekaligus pencapaian penting dalam perjalanan kariernya. Kemenangan tersebut juga memperlihatkan kemampuannya bersaing dalam pertandingan bertekanan tinggi.

Kini, situasinya berbeda. Ginting datang sebagai pemain yang telah memiliki pengalaman panjang di level internasional. Namun, pengalaman tersebut tetap harus dibuktikan melalui performa di lapangan.

Jeon Hyeok-jin Jadi Rintangan Pertama

Pertandingan melawan Jeon Hyeok-jin menjadi ujian awal bagi Ginting. Selain menghadapi karakter permainan lawan, ia juga harus mampu beradaptasi dengan kondisi lapangan dan tekanan pertandingan.

Ginting dikenal memiliki kecepatan serta kemampuan menyerang yang bisa merepotkan lawan. Jika mampu menjaga akurasi pukulan dan mengurangi kesalahan sendiri, peluang untuk mengendalikan permainan akan terbuka.

Namun, Jeon tentu tidak ingin kehilangan kesempatan tampil di hadapan pendukungnya sendiri. Karena itu, Ginting perlu menjaga konsentrasi sejak gim pertama dan tidak membiarkan lawan mengambil momentum.

Kemenangan pada babak pertama akan menjadi modal penting bagi Ginting untuk melanjutkan perjuangan di turnamen berlevel BWF World Tour Super 500 tersebut.

Indonesia Andalkan Enam Tunggal Putra

Selain Ginting, Indonesia mengirimkan sejumlah pemain untuk bersaing di sektor tunggal putra Korea Open 2026. Mereka adalah Alwi Farhan, Moh Zaki Ubaidillah, Muhamad Yusuf, Prahdiska Bagas Shujiwo, dan Richie Duta Richardo.

Alwi Farhan berhadapan dengan Kenta Nishimoto, sedangkan Moh Zaki Ubaidillah atau Ubed mendapat tantangan dari unggulan ketujuh Yushi Tanaka.

Kehadiran enam pemain tersebut membuat sektor tunggal putra menjadi nomor dengan wakil terbanyak dari Indonesia. Persaingan di babak pertama akan menentukan siapa yang mampu menjaga peluang Merah Putih melangkah ke fase berikutnya.

Sumber: yt feisya badminton tv

Berita Terkait