Hari Radang Sendi Sedunia 12 Oktober, Kenali Gejala dan Data Kasus di Malang Raya

Senin 12-10-2026,08:32 WIB
Reporter : Mohammad Khakim
Editor : Mohammad Khakim

Kekakuan pagi hari yang berlangsung lebih dari 30 menit dapat menjadi salah satu petunjuk artritis inflamasi, termasuk artritis reumatoid. Namun, gejala saja tidak cukup untuk memastikan diagnosis.

Osteoartritis sering mengenai lutut, pinggul, tulang belakang, dan sendi tangan. Sementara itu, artritis reumatoid dapat menyebabkan peradangan pada beberapa sendi sekaligus. Gout arthritis terjadi akibat penumpukan kristal asam urat di sendi dan dapat memicu serangan nyeri mendadak.

Radang Sendi Tidak Hanya Menyerang Lansia

Osteoartritis lebih sering ditemukan pada usia lanjut, tetapi bukan berarti hanya lansia yang berisiko. Berat badan berlebih, cedera sendi, dan beban berulang pada persendian juga dapat berperan.

Artritis reumatoid dapat terjadi pada berbagai kelompok usia. Karena itu, nyeri sendi yang menetap, berulang, atau semakin berat sebaiknya tidak dianggap sebagai bagian normal dari penuaan.

Untuk menjaga kesehatan sendi, masyarakat dapat mempertahankan berat badan sehat, melakukan aktivitas fisik sesuai kemampuan, dan mengonsumsi makanan bergizi. Penggunaan obat harus disesuaikan dengan penyebab penyakit; obat asam urat tidak otomatis tepat untuk semua jenis nyeri sendi.

Momentum Hari Radang Sendi Sedunia

Hari Radang Sendi Sedunia pertama kali diinisiasi Arthritis and Rheumatism International pada 1996. Peringatan ini mendorong peningkatan kesadaran masyarakat terhadap lebih dari 200 penyakit rematik dan muskuloskeletal, termasuk dampaknya terhadap kualitas hidup dan aktivitas sehari-hari.

Bagi Malang Raya, momentum ini dapat menjadi pengingat pentingnya deteksi dini dan ketersediaan data kesehatan yang lebih terperinci. Angka pasien artritis di Kota Batu, data osteoartritis Kota Malang, dan temuan penelitian di Kabupaten Malang menunjukkan perlunya perhatian terhadap persoalan penyakit sendi di tingkat lokal.

Namun, angka-angka tersebut belum cukup untuk menentukan total penderita atau prevalensi radang sendi seluruh Malang Raya. Data dari masing-masing dinas kesehatan dengan periode, definisi diagnosis, dan cakupan pencatatan yang seragam dibutuhkan agar gambaran kasus lebih akurat.

Dengan mengenali gejala dan memeriksakan keluhan sejak dini, masyarakat dapat memperoleh penanganan yang sesuai. Langkah tersebut penting untuk mengurangi nyeri, mempertahankan fungsi gerak, serta mencegah komplikasi pada jenis penyakit sendi yang berisiko lebih serius.

Kategori :