Hari Radang Sendi Sedunia 12 Oktober, Kenali Gejala dan Data Kasus di Malang Raya
Hari Radang Sendi Sedunia dan kasusnya di Malang Raya. -Ilustrasi: Gemini--
MALANG, DISWAYMALANG.ID–Hari Radang Sendi Sedunia atau World Arthritis Day diperingati setiap 12 Oktober untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap penyakit Radang Sendi dan gangguan muskuloskeletal. Momentum ini relevan bagi masyarakat Malang Raya karena sejumlah data kesehatan dan penelitian menunjukkan adanya kasus penyakit sendi di wilayah tersebut.
Di Kota Batu, Profil Kesehatan Kota Batu 2024 mencatat 707 pasien baru dengan diagnosis artritis di rumah sakit se-Kota Batu. Sementara itu, data historis Kota Malang dan penelitian di Kabupaten Malang memberikan gambaran tambahan mengenai masalah penyakit sendi di kawasan Malang Raya.
Radang sendi tidak hanya menimbulkan rasa sakit. Pada kondisi tertentu, penyakit ini dapat membatasi gerak, mengganggu pekerjaan, dan menurunkan kualitas hidup. Risiko komplikasinya bergantung pada jenis penyakit, tingkat keparahan, serta ketepatan penanganan.
Kota Batu Catat 707 Pasien Baru Artritis
Profil Kesehatan Kota Batu 2024 mencantumkan 707 pasien baru dengan diagnosis artritis yang tercatat di rumah sakit se-Kota Batu. Jumlah itu terdiri atas 247 pasien laki-laki dan 460 pasien perempuan. Tabel tersebut mencantumkan sumber data primer rumah sakit tahun 2025.
Angka tersebut merupakan jumlah pasien baru yang tercatat di rumah sakit, bukan jumlah seluruh penderita radang sendi di Kota Batu. Data itu juga tidak merinci jenis artritis yang dialami pasien.
Karena terdapat perbedaan antara tahun pada judul dokumen dan tahun sumber data, konfirmasi kepada Dinas Kesehatan Kota Batu diperlukan sebelum angka tersebut dinyatakan sebagai data khusus tahun 2024 atau 2025.
Penelitian di Kabupaten Malang, Gout Arthritis Sekitar 10%
Sejumlah publikasi ilmiah menyebut prevalensi gout arthritis atau radang sendi akibat penumpukan kristal asam urat di Kabupaten Malang sekitar 10 persen. Angka tersebut dikutip dalam publikasi ilmiah dengan merujuk penelitian terdahulu.
Namun, angka ini tidak dapat langsung dianggap sebagai prevalensi terkini seluruh penduduk Kabupaten Malang. Cakupan populasi dan metode penelitian perlu diperiksa sebelum angka tersebut digeneralisasi.
Selain itu, gout arthritis hanya salah satu jenis radang sendi. Angka tersebut tidak menggambarkan keseluruhan kasus osteoartritis, artritis reumatoid, dan penyakit sendi lainnya.
Kota Malang, Data Osteoartritis Tercatat pada 2021
Di Kota Malang, data yang ditemukan dalam publikasi Kota Malang Dalam Angka 2022 mencatat 3.370 kasus osteoartritis pada 2021, dengan sumber data Dinas Kesehatan Kota Malang.
Angka itu merupakan data historis dan khusus osteoartritis. Karena itu, angka tersebut tidak dapat dianggap sebagai total seluruh kasus radang sendi di Kota Malang saat ini.
Sumber: diolah dari berbagai sumber


