Antrean SPBU Malang Mengular, Pertamina Pasok 720 Kiloliter BBM per Hari
Antrian Panjang Kendaraan Roda empat dan Roda dua di SPBU Sukun--
SUKUN, DISWAYMALANG.ID — Antrean kendaraan di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Kota Malang mengular hingga ke jalan raya dan memicu kemacetan. Di kawasan SUKUN, antrean kendaraan roda dua, mobil pribadi, mobil boks, hingga truk terlihat sejak pagi hingga petang, sementara stok BBM di SPBU tertentu dilaporkan kosong dan menunggu pengiriman.
Di tengah kondisi tersebut, Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus menyatakan menyesuaikan distribusi untuk memenuhi kebutuhan BBM di Malang. Pada September 2026, konsumsi BBM di wilayah ini tercatat rata-rata mencapai 720 kiloliter per hari.

Antrian Panjang Kendaraan Roda empat dan Roda dua di SPBU Sukun--halim/diswaymalang.id
Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus Ahad Rahedi mengatakan, pengaturan suplai dilakukan dengan mempertimbangkan tingkat konsumsi dan kondisi operasional di lapangan.
“Kebutuhan BBM masyarakat di Malang menjadi perhatian kami dalam mengatur pola pengiriman dan menjaga kelancaran pasokan. Pada September 2026, rata-rata konsumsi BBM harian di Malang mencapai 720 kiloliter per hari,” ujarnya, Senin (12/10/2026).
BACA JUGA:Jelang HUT Kota Batu, Pemkot Gelar Kerja Bakti Massal Bersihkan Pusat Kota
Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, pengiriman BBM dari Surabaya ke Malang sejak 8 Oktober 2026 dijadwalkan tiga kali sehari, yakni pukul 01.00, 07.00, dan 13.00 WIB.
Dua pengiriman pertama mencakup Pertamax, Pertalite, dan Biosolar. Sementara pengiriman ketiga memasok Pertamax dan Pertalite.
Pertamina juga merencanakan penambahan frekuensi pengiriman menjadi empat kali sehari pada akhir pekan. Kebijakan ini mempertimbangkan tingginya mobilitas kendaraan di Malang sebagai kawasan wisata dan pusat pendidikan.
BACA JUGA:Ekonomi DIY Tumbuh 5,75 Persen, Dahlan Iskan Berbagi Strategi Bisnis di Era Perubahan
“Khusus akhir pekan, pengiriman direncanakan sebanyak empat ritase untuk mendukung pemenuhan kebutuhan masyarakat,” kata Ahad.
Selain menambah frekuensi pengiriman, Pertamina mengoperasikan Fuel Terminal Malang selama 24 jam untuk mendukung kesiapan operasional dan kelancaran distribusi. Evaluasi suplai juga dilakukan untuk mengantisipasi perubahan kebutuhan BBM di lapangan.
Pertamina menyatakan pengelolaan pasokan dilakukan melalui rantai distribusi Regional Jatimbalinus yang mencakup empat provinsi, mulai dari sumber pasokan hingga penyaluran ke daerah.
Masyarakat diimbau menggunakan BBM secara bijak. Namun, penambahan frekuensi pengiriman tersebut masih perlu dipantau dampaknya terhadap antrean dan ketersediaan BBM di SPBU, khususnya di kawasan Sukun.
Sumber:


