Hari Standar Dunia 14 Oktober: Stadion Kanjuruhan, Wisata Batu hingga UMKM Malang Raya
Hari Standar Dunia 13 Oktober 2026, konteksnya dengan Malang Raya. -Ilustrasi: AI--
MALANG, DISWAYMALANG.ID – Standar bukan sekadar aturan teknis atau sertifikat yang dipajang di dinding. Standar menyangkut keselamatan penonton di stadion, keamanan pasien di rumah sakit, mutu produk UMKM, hingga kenyamanan wisatawan saat berkunjung ke Malang Raya.
Penerapannya dapat ditemukan di berbagai sektor. Stadion Kanjuruhan di Kabupaten Malang direnovasi dengan mengacu pada standar FIFA. Destinasi wisata Mikutopia di Kota Batu memperoleh sertifikasi SNI 9042:2021. Sedangkan Pasar Kasin di Kota Malang tercatat menerima sertifikat SNI Pasar Rakyat.
Di sektor pendidikan dan usaha, Universitas Brawijaya memiliki laboratorium uji halal yang tersertifikasi ISO/IEC 17025 dan terakreditasi Komite Akreditasi Nasional (KAN). Sementara itu, Pemerintah Kota Malang terus mendorong UMKM melengkapi legalitas usaha dan sertifikasi produk. Beragam contoh ini menunjukkan bahwa standardisasi bukan hanya urusan industri besar. Tetapi juga menyentuh kehidupan masyarakat sehari-hari.
Sejarah Hari Standar Dunia
Hari Standar Dunia atau World Standards Day diperingati setiap 14 Oktober. Peringatan ini menjadi bentuk penghargaan kepada ribuan pakar dari berbagai negara yang bekerja sama menyusun standar teknis internasional.
Tonggak sejarahnya berawal pada 14 Oktober 1946, ketika delegasi dari 25 negara bertemu di London untuk membahas pembentukan organisasi standardisasi internasional. Organisasi Internasional untuk Standardisasi atau ISO kemudian resmi berdiri pada 1947. Peringatan Hari Standar Dunia sendiri mulai digagas pada 1970.
Peringatan ini dikoordinasikan oleh tiga organisasi utama, yakni ISO, International Electrotechnical Commission (IEC), dan International Telecommunication Union (ITU). Ketiganya berperan mengembangkan standar internasional yang membantu memastikan produk, sistem, dan layanan dapat berfungsi secara aman, konsisten, serta saling terhubung.
Pada 2026, Hari Standar Dunia mengangkat tema Shared Vision for a Better World dengan sorotan pada Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs) ketujuh, yakni energi bersih dan terjangkau.
Tema tersebut menekankan peran standar dalam membangun sistem energi yang aman, efisien, andal, dan mendukung teknologi digital. Standar juga membantu menyelaraskan berbagai teknologi agar dapat bekerja bersama, termasuk dalam pengembangan energi bersih.
Apa Bedanya Standar, Sertifikasi, dan Akreditasi?
Dalam konteks Indonesia, masyarakat mengenal Standar Nasional Indonesia (SNI), yang dikembangkan melalui sistem standardisasi nasional. Standar berisi persyaratan atau acuan yang digunakan untuk menilai mutu, keamanan, keselamatan, dan aspek lain sesuai ruang lingkupnya.
Namun, standar tidak sama dengan sertifikasi maupun akreditasi. Sertifikasi merupakan proses penilaian kesesuaian terhadap persyaratan tertentu. Sedangkan akreditasi merupakan pengakuan terhadap kompetensi lembaga atau kesesuaian organisasi berdasarkan kriteria yang ditetapkan.
Karena itu, sertifikat halal, SNI, ISO, akreditasi rumah sakit, dan klasifikasi hotel tidak bisa dianggap sebagai pengakuan yang sama. Masing-masing memiliki tujuan, ruang lingkup, lembaga penilai, dan persyaratan berbeda.
Stadion Kanjuruhan, Standar Keselamatan Jadi Prioritas
Sumber: diolah dari berbagai sumber


