Hari Radang Sendi Sedunia 12 Oktober, Kenali Gejala dan Data Kasus di Malang Raya

Senin 12-10-2026,08:32 WIB
Reporter : Mohammad Khakim
Editor : Mohammad Khakim

Jawa Timur, Prevalensi Penyakit Sendi 6,72%

Di tingkat provinsi, Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018 mencatat prevalensi penyakit sendi berdasarkan diagnosis dokter pada penduduk berusia 15 tahun ke atas di Jawa Timur sebesar 6,72 persen. Angka tersebut lebih rendah daripada prevalensi nasional dalam survei yang sama, yakni 7,30 persen.

Angka tersebut mencakup kategori penyakit sendi secara luas, bukan hanya satu jenis artritis. Karena berasal dari Riskesdas 2018, data ini merupakan gambaran historis dan tidak dapat disebut sebagai prevalensi terbaru pada 2026.

Meski demikian, data provinsi tersebut menjadi konteks penting untuk memahami persoalan penyakit sendi di Malang Raya. Data terbaru dengan definisi dan metode pencatatan yang sebanding diperlukan untuk mengetahui kondisi terkini di tingkat kabupaten dan kota.

Dunia, 1,71 Miliar Orang Alami Gangguan Muskuloskeletal

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memperkirakan sekitar 1,71 miliar orang di dunia hidup dengan gangguan muskuloskeletal berdasarkan analisis data Global Burden of Disease 2019. Kelompok ini mencakup beragam gangguan tulang, otot, dan sendi, sehingga tidak seluruhnya merupakan penderita radang sendi.

Dari kelompok penyakit tersebut, sekitar 528 juta orang mengalami osteoartritis, 18 juta orang mengalami artritis reumatoid, dan 54 juta orang mengalami gout. Angka tersebut merujuk pada estimasi 2019 dan memiliki kategori diagnosis berbeda.

WHO juga mencatat sekitar 73 persen orang yang hidup dengan osteoartritis berusia di atas 55 tahun. Namun, osteoartritis tidak hanya menyerang lansia karena cedera dan faktor risiko lain dapat memicu penyakit ini pada usia lebih muda.

Besarnya angka global menunjukkan bahwa gangguan muskuloskeletal menjadi persoalan kesehatan yang berdampak luas. Selain menimbulkan nyeri, gangguan ini dapat membatasi mobilitas dan menjadi penyebab penting disabilitas.

Apakah Radang Sendi Berisiko Menyebabkan Kematian?

Risiko kematian tidak bisa disamaratakan untuk semua jenis radang sendi. Osteoartritis umumnya lebih dikenal karena nyeri kronis dan keterbatasan gerak daripada kematian langsung. Namun, berkurangnya kemampuan bergerak dapat membuat seseorang lebih sulit mempertahankan aktivitas fisik dan kemandirian.

Artritis reumatoid merupakan penyakit peradangan sistemik yang dapat memengaruhi bagian tubuh di luar persendian. Jika tidak ditangani dengan tepat, penyakit ini dapat menimbulkan kerusakan sendi dan komplikasi serius sehingga membutuhkan pemantauan medis.

Nyeri sendi mendadak yang disertai pembengkakan berat, kemerahan, rasa panas, atau demam juga tidak boleh dianggap sebagai keluhan biasa. Gejala tersebut dapat mengindikasikan infeksi sendi atau kondisi lain yang memerlukan pemeriksaan segera.

Karena itu, tidak tepat menyebut semua radang sendi sebagai penyakit dengan risiko kematian tinggi. Hal yang penting adalah mengenali jenis penyakitnya, memperoleh diagnosis yang benar, dan menjalani penanganan sesuai anjuran tenaga medis.

Kenali Gejala Radang Sendi sejak Dini

Gejala radang sendi dapat berbeda menurut penyebabnya. Beberapa tanda yang perlu diwaspadai meliputi:

  • Nyeri pada satu atau beberapa sendi.
  • Pembengkakan, rasa hangat, atau kemerahan di sekitar sendi.
  • Kekakuan, terutama pada pagi hari atau setelah lama tidak bergerak.
  • Gerakan terbatas sehingga aktivitas sehari-hari terganggu.
  • Kelelahan atau keluhan lain pada jenis penyakit tertentu.
Kategori :