Tema “See the World Through Their Eyes” menjadi ajakan untuk keluar sejenak dari perspektif manusia.
Sebuah kawasan yang bagi manusia hanya terlihat sebagai lahan kosong, misalnya, bisa menjadi habitat atau tempat mencari makan bagi hewan. Sampah yang bagi manusia dianggap sudah tidak berguna dapat menjadi ancaman bagi satwa. Perubahan suhu dan pola cuaca juga dapat mengubah habitat serta ketersediaan makanan.
Karena itu, pesan tema 2026 bukan berarti manusia benar-benar dapat mengetahui seluruh pengalaman hewan. Pesannya adalah mempertimbangkan dampak keputusan manusia terhadap hewan sebelum mengambil keputusan tersebut.
Melihat Malang Raya dari Mata Hewan
Di Kota Malang, salah satu persoalan yang mudah dilihat adalah keberadaan hewan peliharaan dan hewan telantar.
Program kastrasi kucing jantan gratis yang pernah dilakukan Pemerintah Kota Malang bersama Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Brawijaya dan Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia menjadi salah satu contoh. Bagaimana persoalan populasi hewan dapat ditangani melalui pendekatan kesehatan dan kesejahteraan hewan.
Kastrasi atau sterilisasi bukan sekadar persoalan mengurangi jumlah hewan. Jika dilakukan secara bertanggung jawab, pengendalian populasi dapat membantu mencegah bertambahnya hewan telantar --yang kemudian menghadapi risiko kelaparan, penyakit, kecelakaan atau perlakuan buruk.
Dari sudut pandang hewan, kota yang nyaman bukan hanya kota yang menyediakan ruang bagi manusia. Ada pula kebutuhan akan lingkungan yang aman, sumber makanan, akses kesehatan dan perlakuan yang tidak menyiksa.
Ketika Malang Raya Dilihat dari Kandang Ternak
Di Kabupaten Malang, hubungan manusia dan hewan terlihat dalam aktivitas peternakan. Sapi, kambing dan berbagai hewan ternak menjadi bagian dari kehidupan ekonomi masyarakat.
Namun jika memakai kacamata tema Hari Hewan Sedunia, pertanyaannya bukan hanya berapa banyak hewan yang dipelihara atau berapa besar produksinya.
Pertanyaannya adalah apakah hewan mendapatkan pakan, air, lingkungan, perawatan kesehatan dan perlakuan yang layak selama berada dalam pemeliharaan manusia.
Kesehatan hewan juga memiliki kaitan dengan kesehatan manusia. Pencegahan penyakit, pemeriksaan kesehatan, kebersihan lingkungan peternakan dan penanganan hewan yang sakit merupakan bagian dari rantai yang pada akhirnya juga melindungi masyarakat.
Dari Pegunungan hingga Pesisir
Malang Raya juga memiliki kawasan hutan, pegunungan dan pesisir yang menjadi ruang hidup berbagai satwa.
Di wilayah pesisir, misalnya, keberadaan sampah dan kerusakan habitat dapat berdampak langsung kepada satwa laut. Sementara di kawasan hutan dan pegunungan, perubahan habitat dapat memengaruhi tempat berlindung, sumber makanan dan jalur pergerakan satwa.