2 tahun Disway Malang

2 Oktober Hari Hewan Ternak Sedunia, Malang Raya Punya Potensi Peternakan Besar, Ini Riset-risetnya

2 Oktober Hari Hewan Ternak Sedunia, Malang Raya Punya Potensi Peternakan Besar, Ini Riset-risetnya

Hari Hewan Ternak Sedunia 2 Oktober, ini urgensinya bagi Malang Raya. -Ilustrasi: AI--

MALANG, DISWAYMALANG.ID - Hari Hewan Ternak Sedunia atau World Farm Animals Day diperingati setiap 2 Oktober. Momentum ini tidak hanya berbicara tentang perlindungan Hewan Ternak. Tetapi juga menjadi pengingat pentingnya memperlakukan ternak secara layak. Sekaligus meningkatkan kesehatan, kualitas, produktivitas dan keberlanjutan usaha peternakan.

Bagi Malang Raya, isu tersebut memiliki relevansi kuat. Kabupaten Malang merupakan salah satu sentra sapi perah penting di Jawa Timur. Data Pemerintah Kabupaten Malang mencatat populasi sapi perah mencapai 85.820 ekor hingga Juni 2025, dengan produksi susu 76.568,68 ton pada periode yang sama. Sektor tersebut melibatkan lebih dari 12 ribu peternak yang tergabung dalam koperasi maupun kelompok ternak rakyat.

Pengembangan peternakan di Malang Raya juga ditopang riset perguruan tinggi. Fakultas Peternakan Universitas Brawijaya (UB), misalnya, mengembangkan penelitian mengenai produksi ternak, nutrisi dan pakan, sosial ekonomi, teknologi hasil ternak serta reproduksi dan pemuliaan ternak. Penelitian dan pengabdian juga diarahkan langsung kepada peternak, termasuk melalui Sekolah Lapang Sapi Perah bersama KAN Jabung.

Sejarah Hari Hewan Ternak Sedunia

Hari Hewan Ternak Sedunia pertama kali digagas pada 1983 oleh Farm Animal Rights Movement (FARM). Organisasi yang bergerak dalam isu hak dan kesejahteraan hewan ternak. Tanggal 2 Oktober dipilih karena bertepatan dengan hari lahir Mahatma Gandhi pada 2 Oktober 1869.

Gandhi dikenal dengan prinsip ahimsa atau tanpa kekerasan. Karena itu, pemilihan tanggal tersebut dimaksudkan menghubungkan gagasan penghormatan terhadap kehidupan dengan perhatian terhadap hewan yang dipelihara manusia untuk kebutuhan pangan.

Peringatan ini pada awalnya banyak digunakan kelompok advokasi untuk menyoroti kondisi hewan dalam sistem peternakan intensif. Isu yang dibicarakan antara lain ruang pemeliharaan, perlakuan terhadap hewan, metode pemeliharaan, transportasi dan proses pemotongan.

Bukan Sekadar Ajakan Mengurangi Produk Hewani

Salah satu materi kampanye organisasi kesejahteraan hewan memang mendorong pengurangan konsumsi produk hewani. Namun, hal tersebut merupakan posisi kampanye organisasi tertentu. Bukan satu-satunya makna Hari Hewan Ternak Sedunia.

Dalam konteks Indonesia, khususnya Malang Raya, peringatan ini dapat dimaknai secara lebih luas. Tantangannya adalah bagaimana peternakan menghasilkan pangan asal hewan secara bertanggung jawab. Dengan tetap memperhatikan kesehatan dan kesejahteraan ternak, efisiensi pakan, kesehatan lingkungan, keamanan pangan dan keberlanjutan ekonomi peternak.

Dengan pendekatan tersebut, konsumen tidak semata-mata diarahkan untuk mengurangi konsumsi daging, susu atau telur. Persoalan yang lebih mendasar adalah bagaimana produk peternakan berkualitas dihasilkan dari ternak yang sehat dan dikelola dengan baik.

Malang Raya Punya Basis Peternakan Besar

Kabupaten Malang memiliki basis peternakan yang beragam. Data pemerintah daerah menunjukkan pada 2023 terdapat sekitar 207.946 sapi potong, 84.431 sapi perah, 293.415 kambing dan 39.986 domba. Populasi unggas juga mencapai jutaan ekor, termasuk lebih dari 4,8 juta ayam ras petelur.

Data produksi 2025 juga memperlihatkan besarnya aktivitas peternakan. Kabupaten Malang mencatat produksi daging sapi potong lebih dari 4,15 juta kilogram. Daging kambing sekitar 1,88 juta kilogram. Data tersebut menunjukkan peternakan bukan hanya berkaitan dengan pangan. Tetapi juga menjadi bagian penting dari perekonomian daerah.

Sumber: