2 Oktober Hari Hewan Ternak Sedunia, Malang Raya Punya Potensi Peternakan Besar, Ini Riset-risetnya

Jumat 02-10-2026,07:12 WIB
Reporter : Mohammad Khakim
Editor : Mohammad Khakim

Riset Peternakan untuk Meningkatkan Kualitas Ternak

Riset peternakan di Malang Raya tidak hanya mengejar jumlah produksi. Sejumlah penelitian justru menguji cara meningkatkan kualitas ternak dan hasilnya.

Fakultas Peternakan UB pada 2025 menerbitkan penelitian yang membandingkan karakteristik morfometrik Domba Ekor Tipis, Cross Texel dan Dorper. Karakteristik morfometrik dan kemampuan adaptasi menjadi salah satu informasi penting dalam pengembangan ternak yang sesuai dengan lingkungan tropis.

Di Universitas Islam Malang (Unisma), penelitian juga menyentuh aspek pakan dan kualitas hasil ternak. Salah satu penelitian 2025 menguji penggunaan Lactobacillus salivarius dalam pakan dan minum ayam. Sebagai alternatif pengganti antibiotic growth promoter atau AGP. Untuk melihat pengaruhnya terhadap kualitas fisik dan kimiawi telur.

Penelitian lain di Kabupaten Malang menguji efisiensi pakan self-mixed pada ayam petelur di Kecamatan Wajak. Penelitian yang dilakukan pada 2026 tersebut menemukan pakan racikan sendiri berada pada kisaran Rp6.000-Rp6.500 per kilogram. Dengan puncak produksi telur 90-95 persen dan rata-rata feed conversion ratio atau FCR 2,15 pada peternak yang diteliti.

Penelitian mengenai kesehatan ternak juga terus dilakukan. Studi pada peternakan ayam petelur rakyat di Kecamatan Wajak menemukan persoalan biosekuriti yang perlu diperkuat. Termasuk kondisi suhu kandang yang berpotensi menyebabkan stres panas serta kedekatan sebagian kandang dengan permukiman.

Kesejahteraan Ternak dan Produktivitas Saling Berkaitan

Kesejahteraan ternak bukan berarti mengabaikan produktivitas. Sebaliknya, kesehatan dan kondisi pemeliharaan yang baik dapat menjadi bagian dari upaya menghasilkan ternak yang lebih produktif dan produk pangan yang lebih berkualitas.

Pada sapi perah, misalnya, perhatian terhadap pakan, kebersihan kandang, kesehatan ambing, kenyamanan ternak dan manajemen pemerahan berhubungan dengan keberhasilan usaha peternakan.

Di sektor unggas, kualitas pakan, suhu kandang, kepadatan, biosekuriti dan kesehatan ayam menjadi faktor yang perlu dikelola bersama.

Karena itu, Hari Hewan Ternak Sedunia dapat menjadi momentum untuk melihat peternakan dari berbagai sisi: ternaknya sehat, peternaknya sejahtera, produknya aman dan konsumen memperoleh pangan berkualitas.

Malang Raya dan Masa Depan Peternakan

Tantangan peternakan ke depan bukan sekadar meningkatkan jumlah ternak. Peternak perlu menghasilkan lebih banyak produk berkualitas dengan sumber daya yang efisien. Menjaga kesehatan ternak. Memperkuat biosekuriti. Meningkatkan kualitas pakan. Sertamemanfaatkan teknologi dan data.

Program digitalisasi ekosistem sapi perah yang diluncurkan di Kabupaten Malang pada Juni 2026 menjadi salah satu contoh arah tersebut. Sistem Enterprise Resource Planning atau ERP dikembangkan untuk membantu pencatatan produksi. Pengelolaan keuangan. Persediaan dan pengambilan keputusan usaha peternakan.

Di sisi akademik, keberadaan Fakultas Peternakan UB, Fakultas Peternakan Unisma dan Fakultas Kedokteran Hewan UB memberikan ekosistem riset yang dapat mempertemukan ilmu peternakan, kesehatan hewan, teknologi pangan dan kebutuhan peternak.

Hari Hewan Ternak Sedunia 2 Oktober akhirnya dapat dimaknai bukan hanya sebagai ajakan untuk melihat penderitaan hewan ternak. Tetapi juga sebagai kesempatan mengevaluasi bagaimana manusia memelihara hewan untuk memenuhi kebutuhan pangan.

Kategori :