Batu Jangan Hanya Mengejar Ramai, Belajarlah Menjual Nilai dari Como 1907

Kamis 17-09-2026,09:46 WIB
Reporter : Rudy Rinanto Rachmat*
Editor : Mohammad Khakim

Inilah perbedaan antara menghitung orang dan menghitung nilai.

Jumlah wisatawan menunjukkan volume.

Lama tinggal dan belanja menunjukkan kedalaman.

Keduanya penting, tetapi tidak selalu bergerak searah.


Batu memiliki kesejukan karena ada lanskap yang menopangnya. Tetapi jika jumlah wisatawan terus dikejar tanpa memperhitungkan daya dukung, maka konsekuensinya mudah dibayangkan. -dok. penulis--

Jangan Sampai Batu Terjebak Perang Harga

Wisatawan hari ini memiliki banyak pilihan.

Sebelum berangkat, mereka bisa membandingkan harga kamar, membaca ulasan, melihat video, memeriksa akses, dan mencari pengalaman yang dianggap sepadan dengan uang yang dikeluarkan.

Mereka bukan hanya sensitif terhadap harga.

Mereka juga semakin peka terhadap nilai.

Hotel tidak cukup hanya berkata:

“Kamar kami Rp450 ribu.”

Hotel lain menjawab:

“Kami Rp440 ribu.”

Yang lain menurunkan lagi:

“Rp430 ribu.”

Jika semua berlomba menjadi yang termurah, industri akan masuk ke perang harga.

Kategori :