Batu Jangan Hanya Mengejar Ramai, Belajarlah Menjual Nilai dari Como 1907

Kamis 17-09-2026,09:46 WIB
Reporter : Rudy Rinanto Rachmat*
Editor : Mohammad Khakim

Satu kenangan.

Karena itu, Batu perlu mulai bertanya:

Mengapa semua produk tersebut tidak dirangkai menjadi satu cerita?

BACA JUGA:Como Punya Danau, Batu Punya Pegunungan: Benang Merah Dua Kota Wisata

Ramai Tidak Selalu Berarti Bernilai

Kota Batu mencatat sekitar 6,43 juta kunjungan wisatawan pada Januari-Juli 2026. Angka tersebut tentu penting.

Tetapi ada angka lain yang tidak kalah penting: rata-rata lama menginap tamu di hotel pada Juni 2026 sekitar 1,04 malam. Pada bulan yang ama, tingkat penghunian kamar hotel tercatat 29,40 persen.

Angka itu seharusnya tidak dibaca secara tergesa-gesa sebagai kegagalan.

Namun, ia cukup untuk mengajukan pertanyaan.

Jika kunjungan besar tetapi lama tinggal pendek, apakah manfaat ekonomi sudah maksimal?

Jika wisatawan datang pagi lalu pulang sore, berapa banyak uang yang benar-benar berputar di Batu?

Apakah mereka makan di restoran lokal?

Membeli produk UMKM?

Menggunakan jasa transportasi setempat?

Mengunjungi desa wisata?

Membeli hasil kebun petani?

Atau sebagian besar pengeluaran justru berhenti pada beberapa titik saja?

Kategori :