Talang Pasar Among Tani Batu Bocor, Pemkot Siapkan Rp200 Juta

Talang Pasar Among Tani Batu Bocor, Pemkot Siapkan Rp200 Juta

Suasana Pasar Induk Among Tani Kota Batu -Sholeh/Diswaymalang-

BATU, DISWAYMALANG.ID - Kebocoran atap dan talang air di Pasar Induk Among Tani Kota Batu mengganggu aktivitas perdagangan saat hujan deras mengguyur wilayah tersebut. Menanggapi keluhan pedagang, Wali Kota Batu Nurochman bersama Sekretaris Daerah Alfi Nurhidayat meninjau langsung kondisi pasar pada Jumat, 6 November 2026, dan menyiapkan anggaran sekitar Rp200 juta untuk memperbaiki kerusakan.

Air hujan yang masuk melalui bagian atap dan talang menyebabkan sejumlah lapak pedagang tergenang. Para pedagang terpaksa menggunakan ember dan wadah penampung untuk melindungi dagangan, bahkan beberapa di antaranya harus menghentikan aktivitas berjualan sementara.

Wali Kota Batu Periksa Titik Kebocoran

Dalam peninjauan tersebut, Nurochman dan Alfi Nurhidayat memeriksa sejumlah bagian bangunan yang mengalami kerusakan. Pemeriksaan meliputi kondisi atap, sambungan talang, hingga saluran pembuangan air.

‎BACA JUGA:Atap Pasar Among Tani Bocor Saat Hujan Deras, Wali Kota Batu Target Perbaikan Sepekan

Pemkot Batu ingin memastikan sumber persoalan diketahui sebelum pekerjaan perbaikan dimulai. Sebab, kebocoran yang berulang tidak hanya mengganggu kenyamanan pengunjung, tetapi juga berpotensi merugikan pedagang.

Nurochman memastikan pemerintah daerah segera melakukan penanganan tanpa harus menunggu terlalu lama.

"Perbaikan akan segera dilakukan dan tidak menunggu lama," ujar Nurochman, Jumat (6/11/2026).

Pemkot Batu Siapkan Anggaran Rp200 Juta

Untuk membenahi kerusakan tersebut, Pemkot Batu menyiapkan anggaran sekitar Rp200 juta. Dana itu dialokasikan untuk memperbaiki bagian atap dan talang air yang menjadi sumber masuknya air hujan ke area perdagangan.

Menurut Nurochman, pembenahan infrastruktur pasar menjadi kebutuhan penting karena bangunan tersebut digunakan setiap hari oleh pedagang dan masyarakat.

Pasar Induk Among Tani bukan sekadar tempat transaksi kebutuhan pokok. Keberadaannya juga menjadi salah satu pusat aktivitas ekonomi masyarakat Kota Batu.

"Penanganan ini menjadi bagian dari upaya menjaga kondisi Pasar Among Tani agar aktivitas perdagangan masyarakat dapat berlangsung dengan lebih aman dan nyaman," katanya.

BACA JUGA:World Cleanup Day di Kota Batu: Pasar Among Tani Jadi Galeri Mural Lingkungan

Sumber: