“Kompetensi SDM perlu terus dikuatkan di bidang hospitality mindset, bahasa asing, digital marketing, dan _sustainability awareness_. Selain itu pelaku usaha juga harus cepat beradaptasi dengan OTA, media sosial, AI, dan digital payment,” tegasnya.
Sebagai organisasi profesi, PHRI berkomitmen mengambil peran strategis. Kontribusinya meliputi peningkatan standar pelayanan, mendorong kolaborasi, mendukung promosi kawasan, mengembangkan pariwisata MICE, dan mendorong implementasi sustainable tourism.
Untuk penguatan kawasan, PHRI merekomendasikan 8 langkah strategis:
1. Membangun branding tunggal "Malang Raya" sebagai destinasi terpadu.
2. Mengembangkan paket wisata lintas Kota Malang, Kabupaten Malang, dan Kota Batu.
3. Memperkuat integrasi transportasi dan konektivitas antar objek wisata.
4. Meningkatkan kualitas SDM melalui sertifikasi dan pelatihan berkelanjutan.
5. Memanfaatkan teknologi digital untuk promosi, reservasi, dan pemasaran.
6. Mengembangkan kalender event tahunan yang terintegrasi.
7. Memperkuat kolaborasi pentahelix antara pemerintah, akademisi, pelaku usaha, komunitas, dan media.
8. Mengimplementasikan prinsip sustainable tourism untuk menjaga keseimbangan ekonomi, lingkungan, dan kesejahteraan masyarakat.
“Dengan sinergi antara pemerintah, pelaku industri, akademisi, komunitas, dan media melalui pendekatan pentahelix, kami optimistis Malang Raya bisa berkembang sebagai destinasi unggulan yang berdaya saing, inklusif, dan berkelanjutan,” pungkas Agoes.