Paralayang Gunung Banyak Jadi Magnet Wisatawan, Bisa Terbang hingga Sunrise Flight
Tempat take off paralayang di Gunung Banyak-ist-
BATU, DISWAYMALANG.ID–Langit di atas Gunung Banyak menjadi salah satu daya tarik wisata petualangan di kawasan Batu dan Pujon. Setiap hari, penerbangan tandem membawa wisatawan menikmati panorama pegunungan dan bentang alam Kota Batu dari ketinggian dengan didampingi pilot berlisensi.
Aktivitas tersebut tidak hanya diminati wisatawan lokal. Pengurus Asosiasi Tandem Paralayang Gunung Banyak, Supriyanto, menyebut sebagian besar penikmat tandem justru berasal dari luar daerah, mulai dari kawasan Jabodetabek hingga berbagai wilayah di luar Pulau Jawa.
Saat akhir pekan atau musim liburan, aktivitas penerbangan di Gunung Banyak dapat meningkat tajam. Dalam kondisi normal, sekitar 20 hingga 22 penerbangan tandem dilakukan setiap hari, sedangkan ketika kunjungan wisatawan meningkat jumlahnya dapat mencapai sekitar 40 penerbangan dalam sehari.
Paralayang Gunung Banyak Dijalankan dengan Prosedur Ketat
Di balik pengalaman terbang yang terlihat sederhana, setiap penerbangan tandem melalui rangkaian persiapan sebelum wisatawan meninggalkan landasan.
Supriyanto merupakan salah satu pengurus aktif Asosiasi Tandem Paralayang Gunung Banyak. Pria asli Pandesari ini menjabat sebagai koordinator lapangan atau kordinator helper. Tugasnya memastikan seluruh operasional penerbangan tandem berjalan aman, rapi, dan sesuai prosedur keselamatan sebelum wisatawan terbang melayang melintasi cakrawala Kota Batu.
Mengudara menggunakan paralayang tandem bukan sekadar berdiri lalu melompat ke udara. Supriyanto menjelaskan bahwa di balik setiap penerbangan berdurasi 10 hingga 15 menit, ada rantai prosedur ketat yang dijalankan oleh tim profesional.
"Sistem kerja kami terintegrasi. Sebelum terbang, kami mempersiapkan parasut di area take-off. Tim crew atau helper di lapangan terdiri dari sekitar lima sampai enam orang, termasuk bagian pendaftaran dan koordinator," papar Supriyanto saat ditemui di Warung Syiva.
Ia menekankan bahwa wisatawan tidak perlu memiliki pengalaman dasar atau keterampilan khusus dalam olahraga paralayang untuk bisa menikmati indahnya lanskap Kota Apel dari ketinggian. Wisatawan akan didampingi langsung oleh pilot tandem profesional dan berpengalaman.
"Pilot tandem kami lebih 20 orang yang sudah mengantongi lisensi tandem. Mereka yang membawa wisatawan terbang mengudara dan mengendalikan parasut dari titik take-off hingga mendarat di landing zone di bawah," tambahnya.
Seluruh peralatan utama dan perlengkapan keselamatan—seperti helm, harness (sabuk pengaman), serta perlengkapan pendukung—disiapkan dan dicek secara berkala. Setelah mendarat di area bawah, wisatawan juga tidak perlu bingung untuk kembali ke puncak, sebab layanan transportasi ojek pemandu sudah termasuk dalam paket penerbangan.
Tarif Terjangkau dan Transparansi Harga
Menjawab kepenasaran publik mengenai besaran biaya wisata terbang tandem, Supriyanto menegaskan bahwa Asosiasi Tandem Paralayang menerapkan standar tarif resmi yang transparan. Paket wisata penerbangan tandem dipatok dengan tarif flat sebesar Rp 400 ribu per orang.
"Harganya tetap Rp 400 ribu per orang, baik pesan langsung di lokasi take-off maupun pemesanan via akun media sosial resmi seperti TikTok atau Instagram. Kami menjaga agar harga selalu stabil dan tidak ada biaya tersembunyi," tegas Supriyanto.
Biaya Rp 400.ribu tersebut sudah mencakup:
- Jasa pilot tandem berpengalaman dan bersertifikat di udara
- Peralatan keselamatan lengkap (harness, helm, parasut).
- Transportasi ojek penjemputan dari area landing (pendaratan) kembali ke area take-off di puncak Gunung Banyak.
- Layanan bantu foto dan video dokumentasi menggunakan kamera aksi (action cam).
Namun, Supriyanto mengingatkan ada biaya luar penerbangan yang dikelola terpisah, yaitu tiket masuk kawasan wisata Perhutani di loket sebesar Rp30.000 per orang.
"Tiket masuk kawasan itu ranahnya loket Perhutani, beda dengan biaya paket terbang tandem kami," jelasnya.
Antusiasme Wisatawan dan Fenomena Paket Sunrise Flight
Tingkat kunjungan ke Gunung Banyak sangat dipengaruhi oleh hari libur dan iklim cuaca. Dalam kondisi normal atau hari biasa (weekday), jumlah penerbangan berkisar antara 20 hingga 22 kali penerbangan per hari. Namun, saat musim liburan (high season) atau akhir pekan (weekend), angka tersebut bisa melonjak drastis hingga mencapai 40 penerbangan per hari.
Menariknya, berdasarkan data kunjungan pengurus, mayoritas penikmat tandem paralayang justru datang dari luar daerah.
Diungkapkan, dominasi pengunjung nomor satu adalah wisatawan dari luar Pulau Jawa dan kawasan Jabodetabek. Setelah itu baru wisatawan dari Jawa Timur seperti Surabaya. "Untuk warga lokal Malang Raya sendiri persentasenya relatif kecil." beber Supriyanto.
Selain penerbangan Reguler Pagi-Siang, Asosiasi Tandem Paralayang Gunung Banyak juga melayani permintaan penerbangan khusus Sunrise Flight. Terbang di subuh hari menawarkan sensasi magis menikmati fajar menerpa perbukitan Kota Batu saat suhu udara masih berkisar 13–15°C.
Khusus untuk paket Sunrise Flight, pihak asosiasi memberlakukan ketentuan khusus berupa uang muka atau Down Payment (DP).
"Kalau untuk Sunrise Flight harus pakai DP. Soalnya tim pilot dan crew sudah harus bersiap subuh-subuh di take-off sekitar jam 05.00 WIB. Sistem DP ini buat kepastian agar jadwal terbang tidak meleset dan pilot tidak menunggu sia-sia," jelas Supriyanto sembari menyeruput kopi hangat di warung.
Sinergi Ekonomi Lokal dan Sport Tourism
Aktivitas paralayang tandem di Gunung Banyak tidak hanya membawa dampak positif bagi olahraga rekreasi, tetapi juga menjadi tulang punggung ekonomi warga lokal Desa Pandesari dan sekitarnya. Keberadaan warung-warung kuliner seperti Warung Syiva yang beroperasi hingga 24 jam menjadi bukti bagaimana sektor sport tourism ini menghidupkan roda ekonomi masyarakat sekitar.
Bagi masyarakat yang ingin menguji adrenalin sambil menyaksikan keindahan hijau lereng pegunungan dan petak-petak sawah Kota Batu dari ketinggian, wisata tandem paralayang di Gunung Banyak tetap menjadi destinasi unggulan yang aman, profesional, dan berkesan.
Sumber:


