2 tahun Disway Malang

PHRI Dorong Malang Raya Jadi Kawasan Wisata Terpadu, Ini 8 Strateginya

PHRI Dorong Malang Raya Jadi Kawasan Wisata Terpadu, Ini 8 Strateginya

Ketua PHRI Kota Malang Agoes Basoeki menyampaikan paparan Bincang Bisnis bersama Dahlan Iskan dalam peringatan HUT Ke 2 Disway Malang di Bakorwil III Malang, Kamis (10/9/2026).-Sholeh/Diswaymalang -

MALANG, DISWAYMALANG.ID–Ketua BPC Persatuan Hotel Restoran Restoran (PHRI) Kota Malang Agoes Basoeki menilai pengembangan kawasan pariwisata terpadu Malang Raya menjadi kunci untuk meningkatkan daya saing destinasi di tingkat nasional maupun internasional. 

Hal tersebut disampaikanya dalam paparan Bincang Bisnis bersama Dahlan Iskan dalam peringatan HUT Ke 2 Disway Malang di Bakorwil III Malang, Kamis (10/9/2026).

Menurut Agoes keberhasilan pengembangan kawasan tidak hanya diukur dari jumlah kunjungan wisatawan. Sinergi antara Kota Malang, Kabupaten Malang, dan Kota Batu dinilai mampu menciptakan pengalaman wisata yang lebih lengkap bagi pengunjung.

BACA JUGA:Senam Dahlan Iskan Diikuti 300 Peserta, Jadi Pembuka Bincang Bisnis HUT Ke-2 Disway Malang

“Keberhasilan juga dilihat dari peningkatan lama tinggal atau length of stay, besarnya pengeluaran wisatawan, tingkat okupansi hotel, pertumbuhan sektor restoran, serta dampak ekonomi yang dirasakan masyarakat lokal,” ujarnya.

Dari sisi potensi, PHRI menyoroti beberapa kekuatan utama Malang Raya. Pertama, diversifikasi produk pariwisata. Kota Malang unggul di wisata heritage, sejarah, pendidikan, kuliner, dan MICE. 

Kabupaten Malang memiliki wisata alam, pantai selatan, agrowisata, dan wisata petualangan. Sementara Kota Batu kuat di theme park, agrowisata, wisata buatan, edukasi, dan rekreasi.

“Apabila ketiga wilayah ini dipromosikan sebagai satu kawasan, wisatawan akan terdorong melakukan perjalanan lintas wilayah. Dampaknya, _length of stay_ meningkat, pengeluaran wisatawan naik, okupansi hotel juga ikut terdongkrak,” jelasnya.

BACA JUGA:DPRD Kota Malang Tegaskan Tak Pernah Tolak Program MBG, Ini Penjelasan Trio Agus Purwono

Kedua, ketersediaan amenitas sudah cukup lengkap. Mulai dari hotel berbintang dan nonbintang, villa, homestay, restoran, café, pusat oleh-oleh, fasilitas MICE, hingga jasa perjalanan wisata.

Ketiga, infrastruktur dan aksesibilitas didukung Jalan Tol Pandaan-Malang, Bandara Abdul Rachman Saleh, jalur kereta api, dan jalan menuju destinasi utama.

Keempat, industri hospitality berperan sebagai tulang punggung. Hotel tidak hanya tempat menginap, tetapi juga penyelenggara event, penyedia lapangan kerja, pengguna produk UMKM, dan pusat aktivitas bisnis serta edukasi.

"Kelima, potensi pariwisata berbasis event yang sejalan dengan tren global experience-based tourism. Jenisnya meliputi Festival Budaya, Festival Kuliner, Sport Tourism, Music Festival, MICE, dan Creative Event" jelas Agoes.

BACA JUGA:Ayam Matang tapi Tulangnya Merah Kehitaman? Ini Penjelasan Ilmiahnya

Sumber:

Berita Terkait