Fenomena tersebut membuktikan bahwa gunung api dapat tumbuh, berubah bentuk, bahkan membentuk daratan baru apabila material erupsinya terus menumpuk hingga menembus permukaan laut.
Gunung Bawah Laut Selatan Pacitan
Temuan lain yang menarik perhatian berada di perairan selatan Jawa, sekitar 260 kilometer dari Pacitan.
Gunung bawah laut tersebut mempunyai ketinggian sekitar 2.200 meter jika diukur dari dasar laut. Namun, puncaknya masih berada sekitar 3.800 meter di bawah permukaan laut.
Gunung tersebut kemudian diberi nama Jogo Jagad.
Dengan ukuran seperti itu, Jogo Jagad memang sangat besar jika dibandingkan dengan banyak gunung di daratan. Namun, statusnya tidak boleh langsung disebut sebagai gunung api aktif.
Belum adanya bukti yang cukup untuk mengategorikannya sebagai gunung api aktif menjadi alasan penting mengapa istilah gunung bawah laut harus dibedakan dari gunung api bawah laut.
Siratmaya hingga Gunung Bawah Laut Lain
Pemetaan dasar laut Indonesia juga terus menemukan dan membakukan nama berbagai fitur bawah laut.
Salah satunya Siratmaya, gunung bawah laut di selatan Daerah Istimewa Yogyakarta. Gunung ini memiliki ketinggian sekitar 1.522 meter dan puncaknya berada pada kedalaman sekitar 4.756 meter di bawah permukaan laut.
Selain Siratmaya dan Jogo Jagad, sejumlah gunung bawah laut lain juga telah ditemukan di perairan Indonesia.
Temuan tersebut memperlihatkan bahwa masih banyak struktur dasar laut yang belum diketahui secara detail. Teknologi batimetri, survei geofisika, kapal penelitian, hingga kendaraan bawah laut memungkinkan para peneliti melihat bentuk dasar laut yang sebelumnya sulit dijangkau.
Bukan Anak Krakatau
Satu hal yang juga perlu diluruskan adalah Anak Krakatau bukan gunung api bawah laut.
Gunung api tersebut merupakan bagian dari kompleks Krakatau yang tumbuh di kawasan Selat Sunda dan tubuhnya telah muncul di atas permukaan laut.
Meski proses pembentukannya berkaitan erat dengan aktivitas vulkanik bawah laut dan letusan besar Krakatau pada masa lalu, Anak Krakatau saat ini dikategorikan sebagai gunung api yang muncul sebagai pulau.
Dengan demikian, jika membahas gunung api bawah laut Indonesia, Anak Krakatau sebaiknya tidak dimasukkan ke dalam daftar gunung api yang seluruh tubuhnya berada di bawah permukaan laut.
Jumlahnya Belum Bisa Dipastikan
Pertanyaan mengenai berapa jumlah gunung api bawah laut Indonesia masih belum mempunyai jawaban tunggal.
Penyebabnya bukan karena Indonesia kekurangan data, melainkan karena wilayah laut Indonesia sangat luas dan proses pemetaan dasar laut masih berlangsung.