Semeru Erupsi Berulang, Gunung Ibu dan Ili Lewotolok Juga Meletus
Gunung Semeru erupsi tiga kali setinggi 1 km, status Siaga (level III), larangan aktivitas radius 5 km dari kawah.----
MALANG, DISWAYMALANG.ID–Aktivitas Gunung Semeru kembali menjadi perhatian pada Jumat (11/9/2026). Gunung api yang berada di perbatasan Kabupaten Malang dan Kabupaten Lumajang itu mengalami beberapa kali erupsi sejak dini hari, menandakan aktivitas vulkaniknya masih tinggi.
Dalam waktu yang hampir bersamaan, dua gunung api lain di Indonesia juga mengalami erupsi, yakni Gunung Ibu di Maluku Utara dan Gunung Ili Lewotolok di Nusa Tenggara Timur. Ketiganya berada di wilayah berbeda dan memiliki karakter aktivitas vulkanik masing-masing.
Bagi kawasan Malang, aktivitas Semeru menjadi perhatian khusus karena sebagian wilayah gunung berada di Kabupaten Malang. Erupsi yang berulang membuat masyarakat di sekitar kawasan rawan diminta tetap mematuhi zona bahaya dan tidak mendekati area yang telah ditetapkan.
Gunung Semeru tercatat mengalami empat kali erupsi pada Jumat pagi. Aktivitas pertama terjadi pukul 00.26 WIB dengan amplitudo maksimum 23 milimeter dan durasi 187 detik.
Erupsi berikutnya kembali terjadi pada 04.27 WIB, 05.05 WIB, dan 06.16 WIB. Dalam sejumlah laporan, visual letusan tidak teramati karena puncak Semeru tertutup kabut.
Aktivitas tersebut berlangsung ketika Gunung Semeru masih berada pada Level III atau Siaga. Kondisi ini membuat potensi bahaya di sekitar kawah dan alur sungai yang berhulu di puncak tetap harus diwaspadai.
Masyarakat tidak diperbolehkan melakukan aktivitas di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan hingga 13 kilometer dari puncak. Di luar jarak tersebut, masyarakat juga diminta menjauhi area dalam radius 500 meter dari tepi sungai sepanjang Besuk Kobokan karena berpotensi terdampak awan panas dan lahar.
Selain itu, aktivitas dalam radius 5 kilometer dari kawah atau puncak Semeru juga dilarang karena kawasan tersebut rawan lontaran batu pijar.
Bahaya lain yang perlu diantisipasi meliputi awan panas guguran, guguran lava, serta lahar yang dapat mengalir melalui Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, Besuk Sat dan sejumlah anak sungai lainnya.
Gunung Ibu Juga Erupsi
Sementara itu, Gunung Ibu di Halmahera Barat, Maluku Utara, juga menunjukkan aktivitas erupsi pada Jumat.
Erupsi pertama tercatat pukul 00.49 WIT dengan kolom abu sekitar 400 meter di atas puncak. Kolom abu berwarna kelabu pekat dan bergerak ke arah barat laut. Erupsi berlangsung sekitar 48 detik dengan amplitudo maksimum 28 milimeter.
Aktivitas kembali terjadi pada pagi hari. Gunung Ibu tercatat mengalami beberapa erupsi setelah letusan pertama.
Gunung Ibu masih berada pada Level II atau Waspada. Masyarakat dan wisatawan diminta mematuhi radius bahaya yang berlaku di sekitar kawah aktif.
Ili Lewotolok Enam Kali Erupsi
Di Nusa Tenggara Timur, Gunung Ili Lewotolok di Kabupaten Lembata juga mengalami erupsi berulang sejak dini hari.
Sumber: pvmbg


