2 tahun Disway Malang

UM Ajak Mahasiswa Belajar Moderasi Beragama Langsung di Desa Wirotaman

UM Ajak Mahasiswa Belajar Moderasi Beragama Langsung di Desa Wirotaman

LPA UM Menggelar Kegiatan Pemantapan Wawasan dan Perilaku Moderasi Beragama Mahasiswa di Desa Wirotaman, --

LOWOKWARU, DISWAYMALANG.ID – UPT Laboratorium Pendidikan Agama (LPA) Universitas Negeri Malang (UM) menggelar Kegiatan Pemantapan Wawasan dan Perilaku Moderasi Beragama Mahasiswa di Desa Wirotaman, Kecamatan Ampelgading, Kabupaten Malang, Rabu (9/9/2026).

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya UM memperkuat pemahaman sekaligus perilaku moderasi beragama di kalangan mahasiswa melalui pembelajaran langsung di tengah masyarakat.

Sejumlah unsur terlibat dalam kegiatan itu, mulai dari tokoh dan pemuka agama Desa Wirotaman, dosen dari berbagai departemen dan program studi, mahasiswa, hingga tenaga kependidikan UM. Keterlibatan lintas unsur tersebut menjadi ruang pertemuan antara sivitas akademika dengan masyarakat dalam memahami praktik kehidupan di tengah keberagaman.

BACA JUGA:Bagas/Apri Jadi Pasangan Baru Ganda Campuran, Debut di Indonesia International Challenge 2026

Ketua LPA UM Dr Achmad Sultoni SAg MPdI  mengatakan kunjungan ke Desa Wirotaman menjadi kesempatan bagi sivitas akademika untuk melihat langsung praktik kerukunan antarumat beragama yang telah tumbuh di masyarakat.

Menurutnya, pemahaman mengenai kerukunan dan moderasi beragama tidak cukup hanya dipelajari melalui teori di lingkungan kampus. Mahasiswa juga perlu melihat bagaimana nilai tersebut diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

“Bagi kami dari dunia akademis, secara teori kerukunan itu mudah, tetapi kami yakin praktiknya tidak semudah teori,” ujar Sultoni.

Ia mengatakan, Desa Wirotaman dipilih sebagai lokasi pembelajaran karena masyarakatnya dinilai memiliki pengalaman dalam menjaga kehidupan yang rukun di tengah keberagaman.

Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa dan sivitas akademika UM diharapkan dapat mempelajari secara langsung bagaimana masyarakat mengelola perbedaan agama dalam kehidupan sosial sehingga kerukunan tetap terjaga.

BACA JUGA:Road to Olympic Ganda Campuran Indonesia Dimulai dengan Uji Tiga Pasangan Baru

Belajar dari Praktik Kehidupan Masyarakat

Bagi LPA UM, Desa Wirotaman tidak hanya menjadi lokasi kegiatan lapangan, tetapi juga ruang pembelajaran mengenai penerapan moderasi beragama dalam kehidupan sehari-hari.

Mahasiswa diajak melihat bahwa keberagaman merupakan realitas sosial yang membutuhkan sikap saling menghormati, dialog, dan kemampuan hidup berdampingan.

Kegiatan tersebut sekaligus menjadi upaya untuk mempertemukan pemahaman teoretis yang diperoleh mahasiswa di lingkungan akademik dengan pengalaman nyata masyarakat dalam menjaga hubungan antarumat beragama.

Sumber:

Berita Terkait