Dilema Pengusaha: Berutang Tambah Beban, Tidak Berutang Tidak Berkembang (1)

Jumat 14-08-2026,09:56 WIB
Reporter : Dahlan Iskan
Editor : Mohammad Khakim

SURABAYA, DISWAYMALANG.ID–Lebih dari 500 pengusaha memenuhi Ballroom Shangri-La Hotel Surabaya, Kamis, 13 Agustus 2026. Mereka mengikuti Talk Show with Dahlan Iskan yang membahas persoalan yang sangat dekat dengan dunia usaha: utang.

Forum tersebut mengangkat tema Dilema Pengusaha: Berutang Tambah Beban, Tidak Berutang Tidak Berkembang. Acara diselenggarakan oleh Disway bersama keluarga besar SyaREA World sekaligus didedikasikan untuk menyambut ulang tahun ke-75 Dahlan Iskan.

Persoalan utang menjadi pembahasan utama karena bagi pengusaha, pilihan untuk berutang maupun tidak berutang sama-sama memiliki konsekuensi. Utang dapat membantu memperbesar usaha, tetapi pada saat yang sama menjadi beban ketika bisnis tidak berjalan sesuai rencana.


Founder Disway Group Dahlan Iskan di acara talk show bertajuk Dilema Pengusaha: Berutang Tambah Beban, Tidak Berutang Tidak Berkembang yang digelar oleh Keluarga Besar SyaREA World bersama Harian Disway, di Hotel Shangri-La Surabaya, Kamis, 13 Agustus 202--

Lima Pengusaha Berbagi Pengalaman

Dalam acara tersebut, Dahlan Iskan menghadirkan lima pengusaha yang memiliki pengalaman menghadapi persoalan utang. Mereka adalah Founder Dawang Group Tri Dawang, CEO PT Turrima Agro Mas Mulyono, CEO PT Keraton Agri Ponorogo Syaikhul Hadi, CEO PT Inspirasi Prima Nusantara Fauzi Priambodo, dan Zainur Rohman.

Kelima pengusaha tersebut disebut Dahlan sebagai sosok tangguh karena berhasil membebaskan diri dari utang untuk kemudian kembali mengembangkan usaha.

Dahlan bahkan membuka sesi dengan candaan yang membuat suasana forum lebih cair.

”Sekarang kita akan tampilkan orang-orang yang pernah 'musyrik'. Beliau akan buka-bukaan di sini,” ucap Dahlan yang disambut tawa peserta.

Salah satu pengalaman yang menarik perhatian adalah perjalanan Syaikhul Hadi. Sebelum terjun ke bisnis syariah, ia merupakan distributor benih dan pupuk pertanian.

Saat itu, Syaikhul mengaku terlalu agresif membangun pasar. Untuk mengembangkan bisnisnya, ia mengambil utang dari perbankan hingga miliaran rupiah.


Sekretaris Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) Jatim Khoirul Avin Nadir menyampaikan pertanyaan di forum Talk Show with Dahlan Iskan bertema Dilema Pengusaha; BErutang Tambah Beban, Tidak Berutang Tidak Berkembang.-FOTO: BOY SLAMET-HARIAN DISWAY---

Syaikhul Hadi Memilih Berhenti Berutang

Pertumbuhan bisnis ternyata tidak serta-merta membuat Syaikhul merasa tenang. Ia justru mulai menghadapi tekanan karena harus memikirkan ekspansi sekaligus kewajiban membayar utang.

Sang ayah juga pernah mengingatkannya.

”Saya tidak senang punya anak yang punya utang,” katanya.

Syaikhul kemudian mendatangi SyaREA World pada 2018. Dari sana, ia memutuskan menghentikan kebiasaan berutang dan mulai menyelesaikan seluruh tagihan secara bertahap.

Dahlan menilai keputusan tersebut tidak mudah bagi seorang pengusaha yang sedang berada dalam fase ekspansi.

Kategori :