Disway Awards 2026 Kembali Digelar, Apresiasi Brand Terpercaya dan Terpopuler Berbasis Riset Publik
Disway National Network kembali menyelenggarakan Disway Awards 2026, ajang apresiasi bagi brand yang dinilai memiliki tingkat kepercayaan dan popularitas kuat di tengah masyarakat.-dok disway---
JAKARTA, DISWAY.ID - Disway National Network kembali menyelenggarakan Disway Awards 2026, ajang apresiasi bagi brand yang dinilai memiliki tingkat kepercayaan dan popularitas kuat di tengah masyarakat.
Memasuki penyelenggaraan tahun kedua, Disway Awards tidak hanya menempatkan penghargaan sebagai seremoni. Riset dan suara publik menjadi dasar utama dalam menentukan penerima penghargaan.
Program ini dilaksanakan Disway National Network bekerja sama dengan Infovesta Utama, lembaga riset dan pengolahan data di Indonesia.
Riset dan survei dilakukan di 20 kota besar dengan melibatkan sebanyak 20.000 responden dari kelompok usia produktif.
Survei Disway Awards 2026 menggunakan pendekatan survei publik dengan parameter top of mind awareness.
Responden diminta memilih merek yang pertama kali muncul dalam benak mereka ketika kategori produk atau sektor tertentu disebutkan.
"Penghargaan tidak boleh ditransaksikan. Penghargaan adalah sebuah apresiasi dari capaian prestasi. Ketika Disway Awards dilaksanakan, artinya ada personal guarantee saya di dalamnya," kata Dahlan Iskan, pendiri Disway.
Dahlan menyampaikan bahwa reputasi menjadi salah satu pertaruhan utama dalam penyelenggaraan Disway Awards.
Karena itu, proses penghargaan dirancang agar penerima benar-benar merepresentasikan capaian dan reputasi yang layak diapresiasi.
Libatkan 20.000 Responden
Proses riset Disway Awards 2026 diawali dengan focus group discussion (FGD) antara Disway National Network dan Infovesta Utama.
FGD tersebut dilakukan untuk melakukan kurasi data, menentukan kategori sektor, serta menyusun nominasi brand yang masuk dalam instrumen survei.
Tahap berikutnya adalah survei publik yang dilaksanakan pada Juli hingga Agustus 2026.
Responden terdiri atas laki-laki dan perempuan berusia produktif, yakni 17-60 tahun.
Penelitian menggunakan metode multistage area random sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui angket tertutup.
Sumber: disway.id






