Viral! Jemaah Pria Berteriak dan Melompat di Depan Ka'bah, Ada Apa?
Momen Menegangkan di Depan Ka'bah, Jamaah Pria Berteriak hingga Didekati Petugas-@socialfeed_id-Instagram--
MEKKAH, DISWAYMALANG.ID – Video seorang jemaah pria yang tiba-tiba berteriak dan melompat-lompat di sekitar Ka'bah viral di media sosial. Dalam rekaman tersebut, pria itu tampak berada dalam kondisi yang membuat jemaah lain di sekitarnya memperhatikan.
Video tersebut memperlihatkan jemaah pria itu berteriak sambil bergerak dan melompat di tengah kerumunan jemaah di kawasan Masjidil Haram, Makkah.
Wajah dan bagian tubuh pria tersebut juga terlihat memerah dalam rekaman. Sejumlah jemaah yang berada tidak jauh dari lokasi tampak memperhatikan perilakunya.
Petugas Mendekati Jemaah
Situasi tersebut kemudian menarik perhatian petugas yang berada di sekitar lokasi. Beberapa petugas terlihat mendekati pria tersebut untuk membantu dan memastikan kondisinya.
Petugas tampak berupaya menenangkan jemaah tersebut di tengah padatnya aktivitas ibadah di sekitar Ka'bah.
Namun, hingga berita ini ditulis, belum ada informasi resmi mengenai identitas jemaah tersebut. Penyebab ia tiba-tiba berteriak dan melompat-lompat juga belum dapat dipastikan.
Tidak ada keterangan resmi yang memastikan apakah kondisi tersebut berkaitan dengan gangguan kesehatan fisik, kondisi psikologis, kelelahan, atau faktor lainnya.
Karena itu, dugaan yang beredar di media sosial mengenai penyebab perilaku jemaah tersebut belum dapat dijadikan sebagai fakta.
Risiko Kesehatan di Tengah Aktivitas Ibadah
Peristiwa tersebut terjadi di tengah lingkungan Masjidil Haram yang setiap hari dipadati jemaah dari berbagai negara. Kondisi fisik jemaah dapat dipengaruhi berbagai faktor, termasuk kelelahan, dehidrasi, maupun paparan panas ketika berada di area terbuka.
Kementerian Kesehatan Arab Saudi pada penyelenggaraan haji 1447 H/2026 juga mencatat adanya kasus heat exhaustion atau kelelahan akibat panas. Hingga 8 Zulhijah, tim kesehatan Arab Saudi menangani 28 kasus heat exhaustion. Seluruh pasien tersebut dilaporkan telah pulih dan kembali melanjutkan rangkaian ibadah.
Arab Saudi juga menyiapkan 30 unit kesehatan selama musim haji 2026. Empat di antaranya ditempatkan di kawasan Jamarat dan Masjidil Haram untuk mempercepat penanganan jemaah yang membutuhkan pertolongan medis. Fasilitas tersebut antara lain menangani sengatan panas, kelelahan akibat panas, pingsan, hingga sejumlah kondisi kesehatan lainnya.
Kementerian Kesehatan Arab Saudi juga mengingatkan jemaah agar menghindari paparan langsung sinar matahari, mencukupi kebutuhan cairan dan menggunakan perlindungan dari panas. Penggunaan payung bahkan disebut dapat membantu menurunkan suhu yang dirasakan hingga sekitar 10 derajat Celsius.
Jangan Kaitkan dengan Gangguan Kejiwaan Tanpa Konfirmasi
Perilaku jemaah yang terlihat tidak terkendali di tempat ibadah sebelumnya memang pernah menjadi perhatian. Namun, kondisi tersebut tidak otomatis menunjukkan seseorang mengalami gangguan kejiwaan.
Pada musim haji 2024, misalnya, petugas haji Indonesia menangani sejumlah jemaah lansia dengan demensia. Salah satu laporan menyebut tiga pasien demensia dibawa petugas untuk melihat Ka'bah setelah sebelumnya menjalani perawatan di Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI).
Kasus lain terjadi pada seorang jemaah asal Takalar yang mengalami demensia dan sempat kebingungan di sekitar Ka'bah. Ia bahkan mengatakan ingin pulang ke Takalar menggunakan ojek. Petugas kemudian memastikan jemaah tersebut telah berada di hotel.
Sumber: disway.id danb berbagai sumber lainnya









