MALANG, DISWAYMALANG.ID-- Mahasiswa baru di Kota Malang perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap pencurian kendaraan bermotor atau curanmor. Kasus kendaraan mahasiswa yang hilang di lingkungan kampus maupun kawasan kos menunjukkan bahwa tempat yang terlihat ramai sekalipun tidak otomatis bebas dari ancaman kejahatan.
Kewaspadaan terhadap curanmor mahasiswa menjadi semakin penting karena sepeda motor merupakan salah satu sarana transportasi utama mahasiswa di Kota Malang. Mobilitas menuju kampus, tempat makan, pusat perbelanjaan hingga kawasan kos membuat kendaraan roda dua kerap digunakan setiap hari dan diparkir dalam waktu cukup lama.
Salah satu kasus terbaru terjadi di lingkungan Universitas Brawijaya. Sepeda motor milik mahasiswa Fakultas Teknik dilaporkan hilang ketika diparkir di area kampus pada Senin, 29 Juni 2026.
Motor Honda Beat tersebut diparkir di belakang Gedung Jurusan Arsitektur UB, di sekitar Masjid Al Hadid. Pemilik kendaraan meninggalkan motor untuk mengikuti kegiatan organisasi. Ketika kembali, kendaraan sudah tidak berada di tempat.
Kasus tersebut menjadi pengingat bahwa curanmor kampus dapat terjadi ketika kendaraan ditinggalkan meski hanya untuk mengikuti kegiatan perkuliahan atau organisasi.
Polisi juga Ungkap Kasus Curanmor di Kota Malang
Selain kasus di lingkungan kampus, kepolisian pada Juni 2026 juga mengungkap sejumlah kasus pencurian kendaraan bermotor di wilayah Kota Malang.
Polsek Sukun, misalnya, mengungkap komplotan yang diduga terlibat dalam pencurian lima sepeda motor selama sekitar enam bulan. Dua pelaku diamankan setelah polisi menindaklanjuti sejumlah laporan kehilangan kendaraan.
Kasus lain bahkan berkaitan langsung dengan mahasiswa. Polresta Malang Kota mengungkap aksi pencurian dengan kekerasan yang menyasar mahasiswa. Dalam salah satu kejadian, tiga mahasiswa menjadi korban dan sepeda motor Honda Beat dirampas setelah pelaku mengancam menggunakan senjata tajam.
Artinya, persoalan keamanan mahasiswa tidak hanya berkaitan dengan kendaraan yang ditinggalkan di tempat parkir. Mahasiswa juga perlu memperhatikan keamanan ketika berkendara, terutama pada malam hingga dini hari.
Jangan Hanya Mengandalkan Kunci Setang
Salah satu kesalahan yang sering dilakukan pemilik sepeda motor adalah merasa cukup dengan kunci bawaan kendaraan.
Kunci setang tetap penting digunakan, tetapi mahasiswa dapat menambahkan lapisan pengamanan lain. Pilihannya antara lain kunci cakram, gembok rantai berkualitas baik atau perangkat pengaman tambahan yang sesuai dengan jenis sepeda motor.
Semakin banyak lapisan pengamanan yang harus dilewati pelaku, semakin besar upaya dan waktu yang dibutuhkan untuk membawa kendaraan.
Namun, perangkat tambahan bukan berarti kendaraan menjadi sepenuhnya aman. Mahasiswa tetap perlu memilih lokasi parkir dengan memperhatikan faktor lingkungan.
Parkir di Titik yang Terlihat CCTV
Ketika berada di kampus, mahasiswa sebaiknya memprioritaskan area parkir resmi yang memiliki petugas atau kamera pengawas.
Hindari memarkir kendaraan di sudut yang sepi, tertutup bangunan, pepohonan atau kendaraan lain sehingga sulit terlihat dari lingkungan sekitar.