MALANG, DISWAYMALANG.ID – Nyeri haid atau dismenore merupakan keluhan yang sangat umum dialami perempuan saat menstruasi. Rasa sakit biasanya muncul di bagian bawah perut dan dapat menjalar ke punggung atau paha. Pada sebagian orang, nyeri juga disertai mual, diare, sakit kepala, atau pusing.
Nyeri haid terutama terjadi karena rahim berkontraksi saat mengeluarkan lapisan dinding rahim. Prostaglandin yang diproduksi tubuh berperan dalam memicu kontraksi tersebut sehingga menimbulkan kram. Umumnya, nyeri berlangsung pada awal menstruasi dan dapat mereda dalam beberapa hari.
Meski sering dianggap sebagai keluhan normal, nyeri haid yang sangat berat, semakin parah, atau sampai mengganggu aktivitas sehari-hari perlu mendapat perhatian karena dapat berkaitan dengan kondisi tertentu seperti endometriosis, adenomiosis, miom, kista ovarium, atau penyakit radang panggul.
Kompres Hangat Bisa Membantu
Salah satu cara sederhana untuk meredakan nyeri haid adalah memberikan panas pada bagian bawah perut atau punggung.
Kompres hangat, bantalan pemanas, atau mandi air hangat dapat membantu mengurangi rasa tidak nyaman. Pijatan lembut pada perut dan punggung juga dapat dicoba.
Tetap Bergerak dan Olahraga Ringan
Saat menstruasi, bukan berarti tubuh harus sepenuhnya berhenti beraktivitas. Olahraga ringan seperti berjalan, bersepeda, berenang, atau yoga dapat membantu sebagian orang mengurangi keluhan.
Olahraga rutin sepanjang bulan juga direkomendasikan sebagai salah satu langkah nonobat untuk membantu mengelola nyeri menstruasi.
Istirahat dan Kelola Stres
Tidur yang cukup juga penting ketika menstruasi. Tubuh yang beristirahat dengan baik dapat membantu seseorang menghadapi rasa tidak nyaman dengan lebih baik.
Relaksasi, meditasi, atau yoga juga dapat menjadi pilihan tambahan untuk membantu mengelola nyeri.
Obat Pereda Nyeri Bisa Jadi Pilihan
Jika nyeri cukup mengganggu, obat antiinflamasi nonsteroid atau NSAID seperti ibuprofen dan naproxen dapat membantu mengurangi kram karena bekerja dengan menekan produksi prostaglandin.
Obat jenis ini umumnya bekerja paling baik apabila digunakan sejak tanda awal menstruasi atau ketika nyeri mulai muncul. Namun, penggunaannya harus mengikuti petunjuk pada kemasan dan tidak cocok untuk semua orang, termasuk mereka yang memiliki kondisi tertentu seperti gangguan lambung, penyakit ginjal atau hati, alergi aspirin, maupun beberapa kondisi asma.
Jika ragu mengenai obat yang sesuai, konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter atau apoteker.
Kapan Nyeri Haid Harus Diperiksa?
Jangan menganggap semua nyeri haid sebagai kondisi biasa. Pemeriksaan medis sebaiknya dilakukan jika nyeri semakin berat, berbeda dari biasanya, tidak membaik dengan obat, atau sampai mengganggu sekolah, pekerjaan, dan aktivitas sehari-hari.
Perhatian lebih juga diperlukan apabila menstruasi menjadi lebih banyak atau tidak teratur, muncul perdarahan di luar jadwal menstruasi, nyeri saat berhubungan seksual, buang air kecil atau buang air besar terasa sakit, atau terdapat perubahan lain yang mengkhawatirkan.
Dokter dapat mengevaluasi riwayat menstruasi dan gejala. Bila diperlukan, pemeriksaan seperti USG dapat dilakukan untuk mencari penyebab nyeri.
Salah satu penyebab nyeri menstruasi sekunder adalah endometriosis, yang dapat menyebabkan nyeri haid berat dan mengganggu aktivitas. Miom juga dapat menimbulkan nyeri serta perdarahan menstruasi yang lebih banyak.