Mengapa Malang Dijuluki Heilige Dorado van Oost Java? Ini Sejarah dan Maknanya

Jumat 31-07-2026,10:34 WIB
Reporter : Fairuz Ainur Syafa Mustofa
Editor : Mohammad Khakim

MALANG, DISWAYMALANG.ID–Kota Malang memiliki banyak julukan yang melekat hingga kini. Selain dikenal sebagai Kota Pendidikan dan Kota Bunga, Malang juga pernah menyandang sebutan Heilige Dorado van Oost Java, sebuah julukan yang lahir pada masa Hindia Belanda dan sarat dengan nilai sejarah serta budaya.

Dalam bahasa Belanda, Heilige Dorado van Oost Java berarti "El Dorado Suci dari Jawa Timur". Julukan ini mencerminkan kekaguman pemerintah kolonial, ilmuwan, hingga misionaris Belanda terhadap kekayaan alam, keindahan lanskap pegunungan, serta warisan sejarah dan spiritual yang dimiliki kawasan Malang.

Berasal dari Kekayaan Alam dan Warisan Kerajaan Kuno

Mengutip informasi dari Kementerian Kebudayaan, julukan tersebut berkaitan erat dengan keberadaan berbagai candi peninggalan Kerajaan Singhasari dan Majapahit yang tersebar di wilayah Malang dan sekitarnya.

Kawasan lereng Gunung Arjuno hingga Gunung Kawi sejak lama dikenal sebagai pusat spiritual penting di Jawa Timur. Keberadaan situs-situs bersejarah tersebut dipadukan dengan panorama alam yang indah membuat wilayah Malang memiliki daya tarik yang luar biasa di mata bangsa Eropa pada masa itu.

Tak hanya dikenal sebagai kawasan yang kaya akan peninggalan sejarah, Malang juga memiliki tanah yang subur dan iklim sejuk sehingga berkembang menjadi salah satu pusat perkebunan terbesar pada era kolonial.

Makna El Dorado dalam Julukan Malang

Istilah El Dorado sendiri dikenal sebagai simbol negeri impian yang menyimpan kekayaan melimpah. Dalam konteks Malang, makna tersebut tidak hanya merujuk pada hasil perkebunan yang melimpah, tetapi juga pada kekayaan budaya, sejarah, dan nilai spiritual yang diwariskan dari masa lampau.

Menurut kajian dari Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Yogyakarta, perpaduan antara bentang alam pegunungan, bangunan bersejarah, serta kehidupan masyarakat yang masih menjaga tradisi menjadikan Malang dipandang sebagai kawasan istimewa di Jawa Timur.

Karena itu, pemerintah kolonial Belanda kemudian mengembangkan Malang sebagai kawasan peristirahatan yang nyaman sekaligus pusat kegiatan perkebunan di wilayah timur Pulau Jawa.

Tercatat dalam Literatur dan Arsip Kolonial

Julukan Heilige Dorado van Oost Java juga ditemukan dalam berbagai literatur perjalanan dan dokumen kolonial yang menggambarkan perkembangan Kota Malang pada akhir abad ke-19 hingga awal abad ke-20.

Sejumlah penjelajah dan ilmuwan Eropa yang datang ke Malang saat itu menaruh perhatian besar terhadap harmonisasi antara situs purbakala, keindahan alam, dan kehidupan masyarakat lokal yang tetap mempertahankan nilai-nilai budaya leluhurnya.

Arsip Nasional Republik Indonesia juga mencatat berbagai dokumentasi mengenai tata ruang, bangunan kolonial, hingga peta kawasan Malang yang memperlihatkan peran kota ini sebagai pusat pemerintahan, pendidikan, pariwisata, dan kebudayaan.

Warisan Sejarah yang Masih Terjaga

Hingga saat ini, jejak sejarah yang melatarbelakangi julukan Heilige Dorado van Oost Java masih dapat ditemukan di berbagai sudut Malang. Deretan bangunan kolonial, kawasan heritage, candi-candi peninggalan Kerajaan Singhasari, hingga panorama pegunungan yang mengelilingi kota menjadi bukti kekayaan sejarah yang dimiliki daerah ini.

Tak heran jika Malang terus dikenal sebagai salah satu destinasi wisata sejarah dan budaya terpenting di Indonesia. Julukan Heilige Dorado van Oost Java pun tetap menjadi bagian dari identitas historis yang menggambarkan perpaduan antara keindahan alam, kekayaan budaya, dan nilai spiritual yang telah diwariskan selama berabad-abad.

Kategori :