Dampak Penggunaan Tisu Terhadap Penebangan Pohon dan Solusi Ramah Lingkungan
Foto tissue kemasan merk Paseo--Fairuz Ainur
MALANG, DISWAYMALANG.ID – Penggunaan tisu dalam kehidupan sehari-hari telah menjadi bagian dari gaya hidup modern yang sulit dipisahkan dari masyarakat. Namun, di balik kepraktisannya, konsumsi tisu skala masif menyimpan dampak lingkungan yang signifikan. Pohon pinus dan eukaliptus menjadi jenis tanaman kayu utama yang paling sering dimanfaatkan sebagai bahan baku pembuatan pulp atau bubur kertas untuk bahan dasar tisu.
Proses produksi tisu dari satu batang pohon sangat beragam tergantung pada ukuran diameter serta teknologi pengolahannya. Satu batang pohon diperkirakan dapat menghasilkan sekitar 500 gulung tisu hingga tiga kali lipat lebih banyak. Namun, jutaan pohon harus ditebang setiap hari secara global hanya untuk memenuhi kebutuhan produk pembersih sekali pakai ini. Ketimpangan timbul karena pohon kayu membutuhkan waktu pemeliharaan hingga puluhan tahun untuk siap dipanen, sementara tingkat konsumsi tisu terus meningkat pesat setiap harinya.
BACA JUGA:Hawa Sejuk Menyapa! Cek Prakiraan Cuaca BMKG Sabtu (19/9) Ini di 3 Kecamatan Kota Batu
Alternatif Bambu
Guna menekan laju deforestasi hutan akibat industri tisu, penggunaan tanaman bambu kini menjadi salah satu solusi alternatif yang sangat potensial. Bambu memiliki laju pertumbuhan sangat cepat yang mampu bertambah tinggi hingga satu meter dalam kurun waktu satu hari saja. Selain masa regenerasi yang singkat, karakteristik serat bambu mirip dengan serat kayu keras, sehingga sangat cocok dijadikan pengganti bahan baku tisu konvensional tanpa harus merusak ekosistem hutan kayu.
BACA JUGA:BRIN Kembangkan Yeast Lokal untuk Glutathione, Limbah Pertanian Jadi Bioetanol
Daur Ulang
Langkah efisiensi lain yang diterapkan adalah pemanfaatan limbah kertas bekas dari perkantoran melalui proses daur ulang. Limbah kertas tersebut dihancurkan kembali menjadi bubur kertas untuk diolah kembali menjadi produk tisu daur ulang.
BACA JUGA:UM Gandeng BRIN, Targetkan Lonjakan Proposal Hibah Penelitian Internasional 2026
Meskipun tisu hasil daur ulang ini memiliki karakteristik kualitas yang sedikit lebih rendah dan cenderung lebih mudah hancur atau meninggalkan serbuk saat terkena cairan, penggunaan tisu daur ulang menjadi langkah yang jauh lebih hemat pohon serta membantu menekan akumulasi sampah kertas di lingkungan.
Sumber: youtube vinco


