2 tahun Disway Malang

Warga Songgoriti Sambut Positif Pertemuan Segitiga Pemkot Batu, Pemkab Malang dan Bakorwil

Warga Songgoriti Sambut Positif Pertemuan Segitiga Pemkot Batu, Pemkab Malang dan Bakorwil

Pasar bunga Songhorit yang terletak disebelah pasar Songgoriti yang saat ini lesu keberadaannya-panca rp-

BATU,DISWAYMALANG.ID - Pertemuan segitiga antara Pemkot Batu, Pemkab Malang dan Bakorwil disambut antusias oleh warga Songgoriti. Mereka senang dengan kabar tersebut, antara lain ditunjukkan dengan menyebarkan link berita pertemuan tersebut di Disway Malang, ke grup media sosial RT.

BACA JUGA:Aset Songgoriti 25 Tahun Tak Tuntas, Pemkab Malang dan Pemkot Batu Akhirnya Sepakat

Warga menaruh harapan besar agar komunikasi antarpemerintah daerah ini membuahkan hasil nyata. Baik melalui mekanisme penyerahan pengelolaan maupun pola kerja sama antar-daerah.  

Salah satu Ketua RW di Songgoriti, Rudi Hartono mengatakan, kabar pertemuan tersebut menunjukkan Da langkah menuju penyelesaian masalah. Terlepas nantinya, apakah ada penyerahan aset secara keseluruhan ataukah ada kerja sama antara kedua kota.

"Kami sebagai warga Songgoriti menyambut baik dan berharap bahwa ini betul-betul menjadi kenyataan. Karena sudah 25 tahun kami sangat terdampak," kata Ketua RW 02 Songgokerto tersebut,  Sabtu (19/9)

Menurut Rudi, masyarakat Songgoriti terdampak langsung dengan ketidak pastian pengelolaan beberapa wisata yang ada di Songgoriti. "Kami menunggu pertemuan selanjutnya dan (berharap pertemuannya) jangan terlalu lama agar kami bisa menerima manfaatnya," tambahnya. 


Rudi Hartono Ketua RW 2 Songhoriti -panca rp-

Rudi menuturkan, masalah di Songgoriti terjadi sejak tahun 2017. Yakni, ketika Songgoriti sudah tidak diolah secara profesional. Akibatnya, masyarakat Songgoriti terdampak langsung terhadap perekonomian warga. 

​Deretan Aset Terbengkalai yang Potensial

​Kawasan Songgoriti pada dasarnya memiliki fasilitas penunjang wisata yang lengkap, mulai dari cottage, vila, homestay, hingga pusat kuliner. Namun, ketiadaan revitalisasi pada aset-aset utama membuat kawasan ini kehilangan daya pikatnya.  

BACA JUGA:Aset Songgoriti Dipersoalkan 25 Tahun, Nilai Buku Tercatat Rp11,3 M, Ada Hotel hingga Pemandian


Kondisi loket kolam renang Songgoriti yang terbengkelai-panca rp-

​Aset-aset utama di kawasan Songgoriti yang menjadi perhatian penataan meliputi:  

​Pemandian Air Panas Candi: Ikon utama pemandian air panas alami yang berada tepat di sebelah Candi Songgoriti.  

​Pasar Wisata & Pasar Bunga: Sentra oleh-oleh dan tanaman hias yang menjadi daya tarik belanja murah bagi wisatawan.  

​Hotel & Kolam Renang Air Dingin: Aset penginapan dan rekreasi keluarga yang dikelola Perumda Jasa Yasa (Kabupaten Malang).  

​Area Telaga, Wahana sepeda air serta lahan bekas asrama karyawan yang sempat mangkrak dari rencana investasi pasar baru.  

​Pemandian Tirta Nirwana: Destinasi pemandian legendaris milik swasta yang kini dalam kondisi mati suri.  

​Kerinduan Kejayaan Legendaris "3S"

​Secara historis, Songgoriti merupakan bagian dari tiga pilar wisata legendaris Malang Raya yang dikenal dengan istilah 3S (Sengkaling, Selecta, Songgoriti). Mati surinya destinasi ini berdampak langsung pada penurunan pendapatan pelaku UMKM dan pemilik penginapan warga.  

​"Kalau berbicara Songgoriti, kita punya ikon air panas. Kalau satu ikon saja bisa nampak berjalan dan operasional, maka akan menjadi magnet bagi wisatawan pasti akan datang lagi ke Songgoriti dan akan berdampak pada perekonomian masyarakat," tambahnya.

​Masyarakat menaruh harapan besar kepada pimpinan daerah untuk menghadirkan sentuhan kebijakan yang mampu membangkitkan kembali destinasi wisata Songgoriti sebagai penggerak ekonomi warga.

Sumber: