Pedagang Bendera Asal Garut Mulai Serbu Kota Batu Jelang 17 Agustus

Senin 27-07-2026,10:24 WIB
Reporter : Muhammad Sholeh
Editor : Mohammad Khakim

BATU, DISWAYMALANG.ID – Menjelang peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia pada 17 Agustus, suasana Kota Batu mulai diramaikan warna Merah Putih. Para pedagang bendera musiman dari Kabupaten Garut, Jawa Barat, sudah mulai menjajakan dagangannya di sejumlah ruas jalan strategis.

Mulai dari Jalan Ir. Soekarno, Pendem, Jalan Diponegoro, Jalan Panglima Sudirman, Jalan Bromo Semeru, hingga Jalan Hasanuddin Pesanggrahan, deretan lapak bendera sudah berjejer sejak beberapa minggu terakhir.

BACA JUGA:6 Tips Berburu Sunrise di Kota Batu Tanpa Kedinginan, Nomor 2 Wajib Dilakukan

Topan, salah satu pedagang bendera musiman yang mangkal di Jalan Hasanuddin, mengungkapkan bahwa tahun ini jumlah pedagang dari Garut yang beroperasi di Kota Batu mencapai 15 orang. Jumlah itu lebih sedikit dibanding tahun 2025 yang mencapai 20 pedagang lebih.

"Tahun ini ada sekitar 15 pedagang dari Garut. Di sepanjang jalan Hasanuddin sampai pertigaan TMP ini saja ada 6 pedagang. Kita semua ini satu grup datang dari Garut," ujarnya, Senin (27/7/2026).

Ia menyebut penurunan jumlah pedagang dipicu persaingan dengan penjualan online. Menurutnya tahun kemarin omzet penjualan tidak sesuai harapan. Karena sekarang banyak warga yang membeli bendera lewat online.

BACA JUGA:Zumba Pesona Indonesia Bikin Ketagihan, Peserta Minta Digelar Lebih Besar Tahun Depan

Meski begitu, Topan memilih tetap bertahan berjualan di Kota Batu. Bahkan saat Jalan Hasanuddin ditutup, ia dan pedagang lain tetap mangkal.

"Kasihan kalau pelanggan nanti mencari. Soalnya sudah langganan dari tahun ke tahun," jelasnya.

Untuk tahun ini, harga bendera mengalami kenaikan tipis. Topan menyebutkan, Bendera merah putih kotak ukuran 1,20 x 30 cm ia jual Rp30 ribu dan ukuran 150 cm Rp40 ribu. Sementara, Umbul-umbul ia banderol Rp40 ribu per biji dan Background ukuran 10 meter Rp300 ribu.

BACA JUGA:Jalan Hasanudin Kota Batu Ditutup Total 24 Jam, Ini Jalur Alternatif Selama Proyek Simpang Patih

Dalam satu musim jualan menjelang 17 Agustus, Topan membawa 25 kodi dengan berbagai macam jenis bendera dan umbul-umbul. Namun ia rata-rata bisa menghabiskan 15 kodi bendera selama musim Agustus.

 "Semua naik per item. Tapi ya mau gimana, harga dari sananya juga naik," imbuhnya.

Meskipun bersifat musiman, omzet yang dihasilkan para pedagang bendera ini cukup menjanjikan. Topan enggan menyebutkan nominal pasti, namun ia optimistis dagangannya akan ludes sebelum tanggal 17 Agustus.

Kehadiran para pedagang musiman ini menjadi pertanda bahwa semangat kemerdekaan sudah mulai terasa di Kota Batu. Selain dibeli warga untuk dipasang di rumah, kantor, dan sekolah, bendera-bendera ini juga banyak diburu wisatawan sebagai suvenir.

Kategori :