5 Petugas Sensus Ekonomi 2026 Kota Batu Mengundurkan Diri, Ini Alasannya
Petugas Pendataan Lapangan Sensus Ekonomi 2026 sedang mendata warga di Kota Batu -Sholeh-Diswaymalang.id
BATU, DISWAYMALANG.ID--Sebanyak lima Petugas Pendataan Lapangan (PPL) Sensus Ekonomi 2026 di Kota Batu memutuskan mengundurkan diri sebelum pelaksanaan di lapangan. Pengunduran diri ini membuat Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Batu harus segera mencari pengganti.
Kepala Balai Pusat Statistik (BPS) Kota Batu, Herlina Prasetyowati Sambodo, mengatakan kelima petugas tersebut mundur dengan alasan berbeda-beda.
"Ada yang diterima sebagai manajer KDMP, ada yang mengurus keluarga sakit, dan ada juga yang memang tidak bisa mengatur waktu antara pekerjaan dan kegiatan sensus," jelasnya, Senin (27/7/2026).
BACA JUGA:Pedagang Bendera Asal Garut Mulai Serbu Kota Batu Jelang 17 Agustus
Herlina menjelaskan, ada ketentuan khusus terkait ganti rugi bagi petugas yang mengundurkan diri. Dari lima petugas yang mundur, satu orang termasuk dalam kategori ini.
Ia mundur setelah mengikuti pelatihan namun belum mulai bekerja di lapangan. Karena itu, ia wajib mengganti biaya pelatihan yang sudah dikeluarkan negara. Sementara untuk empat petugas lainnya, statusnya berbeda. Mereka mundur setelah pekerjaan sensus sudah berjalan.
"Kalau mundur, apa yang sudah dikerjakan tidak bisa untuk mendapatkan honor dari situ. Tetapi tidak memberikan ganti rugi. Jadi mereka bebas dari membayar ganti rugi," terangnya.
BACA JUGA:Zumba Pesona Indonesia Bikin Ketagihan, Peserta Minta Digelar Lebih Besar Tahun Depan
Untuk mengisi kekosongan, BPS Kota Batu tidak membuka pendaftaran baru. Proses penggantian petugas dilakukan dari daftar pendaftar cadangan. Dengan sistem ini, diharapkan pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 di Kota Batu tetap berjalan sesuai jadwal dan target.
"Penggantinya kami ambil dari pendaftar yang memiliki nilai urut berdasarkan nilai saat tes menjadi petugas sensus ekonomi," ujar Herlina.
Herlina menegaskan, sensus Ekonomi 2026 sendiri merupakan kegiatan besar BPS untuk memetakan kondisi usaha dan perekonomian di seluruh Indonesia. Di Kota Batu, para petugas akan mendata pelaku usaha mulai dari UMKM hingga perusahaan besar.
BACA JUGA:Jambore Anak Indonesia 2026 Pecahkan Target Peserta, Kota Batu Perkuat Komitmen Kota Layak Anak
Ia menguraikan, prinsip utama dalam pendataan Sensus Ekonomi adalah tidak ada bangunan yang terlewat. Petugas membawa prelist yang berisi daftar keluarga dan usaha yang wajib didatangi agar hasilnya valid.
"Petugas ke lapangan mendata dari bangunan ke bangunan. Apapun isinya, mau ada usaha, ada keluarga, fasilitas umum, fasilitas publik, bahkan bangunan kosong pun tetap kita data," tegasnya.
Sumber:


