10 Cara Mencegah Bau Kaki saat Memakai Sepatu, Nomor 7 Sering Diabaikan tapi Sangat Efektif
Shoe illustration--JD Sport
MALANG, DISWAYMALANG.ID–Bau kaki saat memakai sepatu menjadi masalah yang sering dialami banyak orang. Selain mengganggu kenyamanan, aroma tidak sedap juga dapat menurunkan rasa percaya diri, terutama saat harus melepas sepatu di tempat umum atau ketika bekerja.
Dalam dunia medis, kondisi ini dikenal sebagai bromodosis. Mengutip informasi dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes), bau kaki muncul akibat bakteri yang menguraikan keringat menjadi senyawa beraroma menyengat. Risiko meningkat ketika kaki berada dalam kondisi lembap dan tertutup dalam waktu lama.
Kabar baiknya, bau kaki sebenarnya dapat dicegah dengan beberapa kebiasaan sederhana yang dilakukan secara rutin. Berikut 10 cara yang bisa Anda terapkan.
1. Cuci Kaki dengan Sabun Setiap Hari
Membersihkan kaki menggunakan sabun setelah beraktivitas membantu menghilangkan keringat, kotoran, dan bakteri penyebab bau. Jangan hanya membilas dengan air.
2. Keringkan Sela-sela Jari Hingga Benar-benar Kering
Menurut informasi dari Universitas Indonesia (UI), area sela-sela jari yang masih lembap menjadi tempat ideal bagi bakteri dan jamur berkembang biak. Karena itu, pastikan kaki benar-benar kering sebelum memakai kaus kaki.
3. Potong Kuku Kaki Secara Rutin
Kuku yang terlalu panjang dapat menjadi tempat menumpuknya kotoran dan bakteri. Menjaga kuku tetap pendek juga membantu menjaga kebersihan kaki.
4. Gunakan Kaus Kaki yang Menyerap Keringat
Pilih kaus kaki berbahan katun atau wol karena mampu menyerap keringat lebih baik dibandingkan bahan sintetis. Bila kaki mudah berkeringat, ganti kaus kaki saat terasa lembap.
5. Pilih Sepatu yang Memiliki Sirkulasi Udara Baik
Gunakan sepatu berbahan yang memungkinkan udara masuk sehingga kelembapan di dalam sepatu tidak berlebihan.
6. Jangan Memakai Sepatu yang Sama Setiap Hari
Mengutip informasi dari Universitas Gadjah Mada (UGM), sebaiknya gunakan sepatu secara bergantian. Cara ini memberi waktu bagi bagian dalam sepatu untuk benar-benar kering sebelum dipakai kembali.
7. Jemur dan Angin-anginkan Sepatu Setelah Dipakai
Kebiasaan sederhana ini sering diabaikan. Padahal, mengeringkan sepatu setelah digunakan sangat efektif mengurangi kelembapan yang menjadi penyebab utama munculnya bau.
8. Gunakan Bedak atau Antiperspiran Khusus Kaki
Produk ini membantu mengurangi produksi keringat sekaligus menjaga kaki tetap kering sepanjang hari.
9. Bersihkan Bagian Dalam Sepatu Secara Berkala
Menurut informasi dari Universitas Airlangga (Unair), penggunaan semprotan disinfektan atau pembunuh kuman pada bagian dalam sepatu dapat membantu mengurangi bakteri penyebab bau.
10. Segera Periksa Jika Bau Tidak Kunjung Hilang
Jika bau kaki tetap muncul meski kebersihan sudah dijaga, segera konsultasikan ke tenaga kesehatan. Kondisi tersebut dapat berkaitan dengan infeksi jamur, hiperhidrosis (keringat berlebih), atau gangguan kesehatan lainnya yang memerlukan penanganan.
Jangan Sepelekan Bau Kaki
Bau kaki memang bukan penyakit yang berbahaya, tetapi dapat mengganggu aktivitas dan kepercayaan diri. Dengan menjaga kebersihan kaki, memilih kaus kaki serta sepatu yang tepat, dan merawat alas kaki secara rutin, risiko bromodosis dapat dikurangi secara signifikan.
Sumber: kemkes.go.id


