BATU, DISWAYMALANG.ID--Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) RI Maruarar Sirait bersama Ketua Satuan Tugas (Satgas) Perumahan, Hashim Djojohadikusumo meninjau kediaman milik Suharminingsih di Jalan Dewi Sartika, RT 003 RW 009, Kelurahan Temas, Kecamatan Batu, Kota Batu, Rabu (1/7/2026).
Suharminingsih merupakan salah satu warga yang mendapatkan bantuan Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) dari Kementerian PKP. Di Kota Batu terdapat 200 unit rumah masuk alokasi bantuan BSPS dengan masing-masing penerima memperoleh bantuan Rp20 juta.
Menteri PKP Maruarar Sirait mengatakan pemerintah menggenjot pembangunan rumah layak huni dengan menggandeng pemerintah daerah. Ia menilai melonjaknya jumlah penerima bantuan BSPS tahun ini membuktikan keseriusan pemerintah.
BACA JUGA:Pemprov Yunnan Jadikan Laksamana Cheng Ho Simbol Persahabatan-Pertukaran Budaya Indonesia-Tiongkok
"Lonjakannya sangat tinggi. Di Jawa Timur tahun lalu cuma 4.165 unit, sekarang jadi 33 ribu unit. Itu naik 692 persen," ungkap menteri yang akrab disapa Ara itu
Ara optimistis program BSPS tahun ini berjalan lebih cepat dibanding tahun sebelumnya. Jika pada 2025 program baru berjalan pada September, tahun ini pelaksanaan sudah dimulai sejak Mei.
“Artinya ada percepatan. Program ini harus terus kita perjuangkan agar berjalan sesuai harapan,” imbuhnya.
Selain membenahi fisik rumah, Ara menyampaikan pemerintah juga menyiapkan program penunjang agar Masyarakat Berpenghasilan Rendah atau MBR memiliki basis ekonomi lebih kokoh. Salah satunya lewat sertifikasi tanah gratis bagi MBR yang belum masuk program Kementerian ATR/BPN, khususnya melalui skema Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap PTSL.
BACA JUGA:530 KDKMP Beroperasi di Jatim, Kadiskop Jatim: Beda dengan Ritel Modern, Keuntungan kembali ke Warga
“Ini program yang sangat pro-rakyat. Bukan hanya rumah yang dibedah, tapi juga ada sertifikasi tanah gratis untuk MBR,” ujarnya.
Selain itu, Ara menjelaskan, ketahanan ekonomi keluarga juga harus diperkuat agar rumah yang sudah diperbaiki tidak kembali rusak di masa mendatang.
Ia mencontohkan kondisi rumah Suharminingsih di Temas yang memang mendesak untuk direnovasi. Namun, ia menilai jika tidak dibarengi dengan peningkatan ekonomi keluarga, rumah tersebut berpotensi rusak lagi.
“Indikator keberhasilan program ini adalah rumah yang semula tidak layak huni menjadi layak huni, dan penghuninya juga lebih sejahtera,” imbuhnya.
BACA JUGA:Sambut Siswa Baru, Tim Paduan Suara 'Spy Voice' SMA 1 Batu Siapkan Penampilan Memukau dan Menantang
Pemerintah pun menyiapkan dua instrumen pembiayaan ekonomi untuk menopang kesejahteraan ekonomi keluarga Penerima bantuan.