1 tahun disway

Malam Temu Alumni FEB UB, Sinergi Bersama Mentor AACSB Wujudkan Pendidikan Bisnis Berstandar Dunia

Malam Temu Alumni FEB UB, Sinergi Bersama Mentor AACSB Wujudkan Pendidikan Bisnis Berstandar Dunia

Temu Alumni FEB UB -ist-FEB UB

MALANG, DISWAYMALANG.ID–Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya (FEB UB) terus memantapkan langkahnya dalam menembus jajaran elite sekolah bisnis dunia. Sebagai bagian dari rangkaian agenda pendampingan (mentoring) menuju akreditasi internasional bergengsi dari Association to Advance Collegiate Schools of Business (AACSB), FEB UB mengadakan pertemuan strategis yang penuh kehangatan pada Rabu (24/6/2026) malam.

​Bertempat di Hotel Shalimar, Malang, jamuan makan malam ini bukan sekadar ajang silaturahmi biasa. Pertemuan tersebut menjadi momentum krusial yang mempertemukan langsung sang mentor AACSB, Prof Dr Angela Susan Matthew, dengan jajaran pimpinan universitas, fakultas, serta jaringan alumni FEB UB yang solid.

​Kehadiran Rektor Universitas Brawijaya Prof Widodo SSi MSi PhD Med Sc pada malam itu menegaskan bahwa misi internasionalisasi FEB UB bukanlah agenda satu fakultas saja. Namun, komitmen institusional tertinggi dari universitas. Dukungan penuh dari tingkat universitas hingga jejaring alumni yang hadir memberikan sinyal kuat bahwa FEB UB siap memenuhi standar ketat yang ditetapkan oleh lembaga akreditasi global berbasis di Amerika Serikat tersebut.

​Peran Strategis Alumni: Lebih dari Sekadar Riset

​Dalam berbagai sesi motivasi (komentar yang menyemangati), Prof Angela Susan Matthew memberikan sorotan tajam sekaligus apresiasi tinggi terhadap ekosistem yang ada di FEB UB. Guru Besar dari Rajagiri Business School itu menyampaikan apresiasi atas kolaborasi penelitian yang selama ini telah terjalin erat antara pihak kampus dan alumni.

Namun, Prof Angela mengingatkan bahwa untuk mencapai standar AACSB, kontribusi alumni harus didorong lebih jauh lagi. Terutama dalam menyusun fondasi utama pendidikan, yaitu kurikulum akademik.

​”Masukan dari para perekrut kerja dan alumni sangatlah penting. Sebab, mereka adalah pihak yang memiliki pengalaman langsung. Dan, para perekrut inilah yang sehari-hari berinteraksi dengan lulusan mahasiswa kita,” ujar Prof Angela di hadapan para undangan yang hadir.

Bagi Prof Angela, alumni dan para praktisi industri di luar kampus adalah cermin nyata dari kualitas sebuah institusi pendidikan. Oleh karena itu, ia melontarkan ide-ide progresif agar para alumni yang memiliki kapasitas dan kapabilitas mumpuni dapat dilibatkan secara langsung dalam kegiatan strategis akademik di kampus.

Ia mencontohkan beberapa langkah konkret, seperti melibatkan alumni sebagai bagian dari panel penguji sidang tugas akhir (viva panel) mahasiswa. Hingga, memberikan perspektif profesional mereka dalam proses seleksi penerimaan mahasiswa baru. Dengan keterlibatan yang mendalam ini, kurikulum dan atmosfer akademik di FEB UB akan selalu relevan dengan dinamika serta kebutuhan dunia kerja global yang berubah dengan sangat cepat.

Membuka Gerbang Dunia Luar

Melihat antusiasme dan potensi besar dari jejaring lulusan yang hadir malam itu, Prof Angela mengaku sangat optimis. Ia meyakini bahwa Dekan FEB UB beserta seluruh tim manajemen ke depannya akan semakin mempererat sinergi dengan para alumni demi memenuhi standar pendidikan global.

​Lebih jauh lagi, ia membakar semangat seluruh sivitas akademika yang hadir mengenai pentingnya membawa nama institusi keluar dari zona nyaman lokal dan regional. FEB UB harus berani menancapkan pemandangan yang lebih luas di kancah internasional.

​”FEB UB mungkin sudah menjadi institusi yang sangat besar di Indonesia, namun pastinya ada dunia yang lebih luas di luar Indonesia. Sangatlah penting bagi dosen dan mahasiswa dari sekolah bisnis ini untuk berinteraksi dengan rekan-rekan sejawat dari berbagai belahan dunia lainnya,” tegasnya.

​Nilai Tambah di Setiap Lembar Ijazah

​Di mendapatkan akreditasi AACSB memegang peran vital. Prof Angela menjabarkan bahwa pengakuan internasional ini bukan sekadar urusan gengsi atau pajangan gelar di dinding kampus. Akreditasi ini merupakan investasi jangka panjang yang memberikan nilai tambah (value add) yang sangat nyata bagi para lulusan FEB UB di pasar kerja internasional.

​"Stempel akreditasi ini sangat berharga. Status tersebut akan tertera di setiap ijazah atau sertifikat gelar doktoral yang diterbitkan, dan hal ini akan membawa serta banyak peluang kolaborasi internasional bagi institusi," pungkas Prof Angela menyudahi arahannya.

​Dengan adanya dukungan penuh dari rektorat, komitmen tanpa batas dari pengelola fakultas, serta keterlibatan aktif dari jejaring alumni yang kuat, langkah FEB UB menuju akreditasi AACSB kini bukan lagi sekadar impian, melainkan sebuah peta jalan nyata menuju rekognisi global yang sesungguhnya.(kjsm)

Sumber:

Berita Terkait