Soft Launching FSTeM UB, Transformasi FMIPA Menuju Ekosistem Sains dan Teknologi Modern

Rabu 20-05-2026,16:32 WIB
Reporter : Tsaltsa Salsabila Najwa
Editor : Mohammad Khakim

Melalui konsep FSTeM, UB ingin membangun paradigma ilmu pengetahuan yang lebih terbuka, kolaboratif, dan berbasis kebutuhan masyarakat. Meski demikian, matematika, fisika, kimia, dan biologi tetap menjadi fondasi utama pengembangan fakultas.


Proses penggantian papan nama FMIPA menjadi FSTeM, Rabu (20/5). -pancarp/diswaymalang-

BACA JUGA:FAST UB Buka Beasiswa Magister Ilmu Ternak untuk 30 Mahasiswa Eligible

“Kami tetap tidak meninggalkan matematika, biologi, kimia, dan fisika karena itu dasar dari semua ilmu pengetahuan. Namun arahnya adalah membangun masyarakat yang knowledge driven dan kontekstual,” tambahnya.

Filosofi Penulisan FSTeM dengan 'e' Kecil

Dalam kesempatan yang sama, Prof Sasmito Djati juga menjelaskan filosofi penggunaan penulisan “FSTeM” dengan huruf “e” kecil. Menurutnya, unsur engineering tetap menjadi bagian penting, tetapi tidak ingin terlalu ditonjolkan secara dominan.

“Kalau ada pertanyaan kenapa ‘e’-nya kecil, itu karena kita ingin engineering berdampingan dengan sains dan teknologi, tetapi tidak terlalu ditampilkan secara berlebihan. Fokus kita tetap pada penguatan teknologi berbasis sains,” jelasnya.

BACA JUGA:PTB UM Perkuat Kolaborasi Internasional, Siapkan Lulusan Teknik Siap Bersaing Global

Ia menambahkan, perubahan nama justru memperluas ruang pengembangan fakultas, terutama dalam mengakomodasi program studi baru yang berkembang di era digital dan data science, seperti bioinformatika, sains data, aktuaria, hingga potensi pengembangan geosains dan teknologi material.

Memiliki 19 Program Studi

Saat ini FSTeM UB memiliki 19 program studi yang terdiri dari 10 program sarjana (S1), lima program magister (S2), dan empat program doktor (S3). Ke depan, fakultas tersebut ditargetkan menjadi pusat gravitasi perkembangan sains, teknologi, dan matematika di Indonesia.

“Perkembangan teknologi terbaru tidak akan bisa berjalan tanpa dukungan ilmu dasar yang kuat. Karena itu, FSTeM hadir untuk menjawab tantangan masa depan melalui integrasi ilmu sains, matematika, dan teknologi secara lebih adaptif dan inovatif,” tandasnya.

Usai soft launching ini, FSTeM UB dijadwalkan menggelar grand launching pada Agustus mendatang bersamaan dengan peringatan Dies Natalis Universitas Brawijaya. Transformasi tersebut diharapkan mampu memperkuat kolaborasi lintas disiplin dan menghasilkan lulusan yang lebih adaptif, inovatif, serta siap menghadapi tantangan global di masa depan.

BACA JUGA:UB Akan Terapkan Car Free Day Setiap Jumat, Jadi Ruang Sehat dan Kreatif Mahasiswa

Kategori :