FAPET UB dan Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Lamongan Perkuat Kompetensi Peternak lewat Sekolah Lapang
Potret bersama pihak FAPET UB dan pihak Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Lamongan--fapet.ub.ac.id
LAMONGAN, DISWAYMALANG.ID–Fakultas Peternakan Universitas Brawijaya resmi menjalin kerja sama dengan Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten LAMONGAN dalam meningkatkan keterampilan dan pengelolaan peternakan. Fapet UB akan menggelar program Sekolah Lapang berbasis pembelajaran partisipatif. Diikuti 60 peserta, terdiri dari 30 peternak unggas dan 30 peternak ruminansia (sapi, kambing, dan sejenisnya, red).
Kegiatan akan berlangsung dalam delapan sesi pertemuan dengan materi yang mencakup teknik budidaya, kesehatan hewan, hingga strategi pengelolaan usaha.
Dikutip dari fapet.ub.ac.id, Selasa (5/5/2026), Perjanjian Kerja Sama (PKS) program ini berlangsung Senin (4/5/2026), di Pendopo Lokatantra, Kabupaten Lamongan. Diteken oleh Kepala Dinas Kabupaten Lamongan Dr Shofiah Nurhayati SPt MSi dan Dekan Fapet UB Prof Dr M Halim Natsir, disaksikan oleh Bupati Lamongan dan Rektor Universitas Brawijaya.
Kepala Dinas Shofiah Nurhayati menegaskan, kerja sama ini diharapkan tidak hanya meningkatkan kemampuan teknis peternak, tetapi juga membentuk pola pikir yang lebih modern.
BACA JUGA:70 Lulusan FAST UB Resmi Dikukuhkan, Yudisium Digelar Hybrid
“Melalui kerja sama ini, kami berharap para peternak di Kabupaten Lamongan tidak hanya mendapatkan pengetahuan teknis, tetapi juga mampu meningkatkan pola pikir dalam mengelola usaha peternakan secara lebih profesional, mandiri, dan berkelanjutan,” ujarnya.
Dekan Fapet UB M Halim Natsir menekankan pentingnya peran perguruan tinggi dalam menjawab kebutuhan masyarakat.
“Fapet UB berkomitmen untuk terus memperkuat kontribusi nyata kepada masyarakat, khususnya peternak. Sekolah Lapang ini menjadi salah satu bentuk implementasi tridarma perguruan tinggi, agar hasil pendidikan dan penelitian dapat langsung dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” ungkapnya.
BACA JUGA:40 Latihan Soal Seleksi Kompetensi Manajer Koperasi Merah Putih 2026, Lengkap dengan Jawabannya!
Selain pembelajaran di kelas lapang, peserta juga akan mendapatkan pendampingan langsung dari dosen dan praktisi di bidang peternakan. Pendekatan ini diharapkan mampu menciptakan transfer ilmu yang lebih aplikatif dan berkelanjutan, sehingga peternak dapat langsung menerapkannya dalam usaha sehari-hari.
Program ini juga dinilai strategis dalam mendukung ketahanan pangan daerah, mengingat sektor peternakan memiliki peran penting dalam penyediaan protein hewani. Dengan meningkatnya kapasitas peternak, produktivitas dan kualitas hasil ternak diharapkan turut mengalami peningkatan.
Sebagai bentuk apresiasi, seluruh peserta yang berhasil menyelesaikan program akan mengikuti prosesi wisuda di akhir kegiatan. Momen ini tidak hanya menjadi simbol kelulusan, tetapi juga motivasi bagi peternak untuk terus berkembang dan meningkatkan daya saing usahanya di tengah tantangan industri peternakan yang semakin kompleks.
BACA JUGA:Fakultas Vokasi UB Luncurkan Vokapedia, Marketplace Digital untuk Startup Mahasiswa
Sumber: fapet.ub.ac.id




