Rp6,1 Miliar Digelontorkan, Puskesmas Bareng Baru Ditargetkan Beroperasi Akhir Tahun 2026

Jumat 27-03-2026,17:19 WIB
Reporter : Abdul Halim
Editor : Abdul Halim

KLOJEN, DISWAYMALANG.ID–Pemerintah Kota Malang memastikan pembangunan relokasi Puskesmas Bareng terus berjalan dan ditargetkan rampung pada Desember 2026. Proyek ini tetap berlanjut meski sebelumnya sempat terkendala persoalan lahan.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Malang Husnul Muarif menyatakan kendala pengalihan lahan telah diselesaikan melalui koordinasi lintas organisasi perangkat daerah (OPD) di bawah arahan Sekretaris Daerah.

BACA JUGA:Mau Ikut UTBK 2026? Ini Aturan Pakaian dan Sepatu Peserta Laki-Laki, Berikut Perlengkapan yang Wajib Dibawa

“Persoalan lahan sudah ditangani bersama dan tidak menghambat proses pembangunan,” ujarnya, Jumat (27/3). 

Saat ini, tahapan proyek telah memasuki proses perencanaan. Tender konsultan perencana dimulai pada Maret 2026, disusul penyusunan Detail Engineering Design (DED) yang ditargetkan rampung dalam waktu sekitar satu bulan.

Selanjutnya, pada Mei 2026 proyek akan masuk tahap penunjukan konsultan pengawas dan konstruksi. Pembangunan fisik ditargetkan mulai pada awal hingga pertengahan Juli 2026.

“Juni tahap persiapan selesai, kemudian Juli konstruksi mulai berjalan,” jelasnya.

BACA JUGA:Fakta-Fakta Film Dokumenter ‘BTS: The Return’, SWIM Sempat Diragukan Jadi Title Track

Pemkot Malang menargetkan pembangunan fisik selesai pada Desember 2026. Setelah itu, baru dilakukan pemindahan layanan dari lokasi lama ke gedung baru.

Selama proses pembangunan hingga relokasi, pelayanan kesehatan dipastikan tetap berjalan normal di lokasi lama.

“Puskesmas lama tetap operasional, sehingga pelayanan kepada masyarakat tidak terganggu,” tegas Husnul.

BACA JUGA:2026 Jadi Tahun Terbesar Marvel? Ini Daftar Film dan Series yang Siap Mengguncang!

Puskesmas Bareng yang baru nantinya akan dibangun sesuai standar Kementerian Kesehatan, dengan konsep serupa fasilitas kesehatan yang telah diterapkan pada Puskesmas Cisadea.

Untuk pembangunan ini, Pemkot Malang mengalokasikan anggaran sekitar Rp6,1 miliar.

Relokasi ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas layanan kesehatan masyarakat, sekaligus memperkuat fasilitas kesehatan tingkat pertama di Kota Malang tanpa mengganggu pelayanan selama masa transisi. 

Tags :
Kategori :

Terkait