Tanpa Mohamed Salah, Liverpool Siapkan Formasi 4-2-2-2, Andalkan Florian Wirtz!
Liverpool bertransformasi ke formasi 4-2-2-2 pasca kepergian Salah, memaksimalkan peran kreatif Florian Wirtz di posisi naturalnya sebagai gelandang serang.--Getty Images--
LIVERPOOL, DISWAYMALANG.ID–Florian Wirtz menjadi andalan Liverpool setelah kepergian Mohamed Salah. Wirtz tidak lagi harus bermain melebar di sisi kiri seperti sebelumnya, naman bisa kembali ke posisi naturalnya sebagai gelandang serang.
Di bawah pelatih Arne Slot, Liverpool disebut tengah menyiapkan transformasi sistem permainan dari 4-2-3-1 menjadi 4-2-2-2. Skema ini memungkinkan dua gelandang kreatif beroperasi lebih sentral di belakang dua striker.
Bagi Wirtz, ini adalah kabar positif, mengingat ia pernah tampil luar biasa di peran tersebut saat masih membela Bayer Leverkusen.
BACA JUGA:Mohamed Salah Resmi Tinggalkan Liverpool! Mau ke Saudi Pro League?
Perubahan ini sekaligus menandai pergeseran identitas permainan Liverpool. Jika sebelumnya serangan banyak bertumpu pada pergerakan eksplosif Salah dari sisi kanan, kini tim akan lebih mengandalkan kreativitas di tengah serta kombinasi antarlini.
Wirtz diharapkan menjadi salah satu pusat kreativitas tersebut bersama Dominik Szoboszlai, yang juga diplot mengisi peran serupa.
Dengan sistem baru ini, Liverpool tampak ingin membangun permainan yang lebih kolektif dan fleksibel, tanpa ketergantungan pada satu pemain kunci seperti sebelumnya.
BACA JUGA:John Herdman Boyong Kawan Lama, Staf Kepelatihan Timnas Indonesia Mulai Tersusun Rapi
Duet Striker Baru dan Penyesuaian Lini Tengah
Selain perubahan peran Wirtz, fokus utama Liverpool juga tertuju pada lini depan. Dua striker mahal, Alexander Isak yang didatangkan dari Newcastle United dan Hugo Ekitike dari Eintracht Frankfurt, diproyeksikan menjadi duet utama dalam formasi baru.
Keduanya diharapkan mampu menggantikan kontribusi gol besar yang selama ini diberikan oleh Salah, meskipun sejauh ini mereka belum banyak tampil bersama, terutama karena kondisi kebugaran Isak.
Di lini tengah, perubahan taktik juga membawa konsekuensi pada peran pemain lain. Ryan Gravenberch dan Alexis Mac Allister kemungkinan besar akan mengisi posisi gelandang bertahan.
BACA JUGA:Resmi! Garuda Calling Umumkan 41 Pemain Timnas Indonesia Jelang FIFA Series 2026
Khusus bagi Mac Allister, peran ini menuntutnya bermain lebih dalam dan lebih defensif dibandingkan biasanya, meski ia dikenal memiliki kemampuan menyerang yang baik.
Sementara itu, kehadiran pemain-pemain baru seperti Isak, Ekitike, dan Wirtz dalam satu susunan tim disebut sebagai prioritas utama klub untuk musim depan.
Liverpool tampaknya ingin memastikan semua potensi yang dimiliki skuad barunya bisa dimaksimalkan dalam satu sistem yang solid.
Di tengah perubahan besar ini, perpisahan dengan Salah tetap menyisakan emosi mendalam. Sang bintang Mesir mengungkapkan bahwa Liverpool bukan sekadar klub baginya, melainkan bagian penting dari hidupnya yang sulit digambarkan dengan kata-kata.
BACA JUGA:Satu Lawan Berat dari Eropa! Ini 3 Calon Lawan Timnas Indonesia di FIFA Series 2026
Rekan setimnya pun memberikan penghormatan, menegaskan betapa besar pengaruh Salah di dalam tim.
Kini, Liverpool memasuki fase baru dengan tantangan berbeda. Tanpa sosok ikonik seperti Salah, mereka dituntut untuk menemukan keseimbangan baru—dan bagi Wirtz, ini bisa menjadi momen penting untuk benar-benar bersinar di Anfield.
Sumber: harian disway









