"Kami bekerja sangat keras," ungkap J-Hope. Ia menggambarkan pembuatan ARIRANG sebagai sesuatu yang sangat "sistematis". "Kami menulis lagu seperti bekerja di pabrik," paparnya.
BACA JUGA:Jelang Konser Comeback ARIRANG di Gwanghwamun, RM BTS Cedera, Janji Tetap Sapa ARMY
2. Ketakutan Memenuhi Ekspektasi Publik
Suga dan RM ingin lebih banyak lirik nahasa Korea di ARIRANG. Foto: Adegan BTS: The Return yang memperlihatkan RM, V, dan Suga di ruang mixing selama pembuatan lagu ARIRANG. -Netflix---
Suga dan RM ingin lebih banyak lirik nahasa Korea di ARIRANG. Foto: Adegan BTS: The Return yang memperlihatkan RM, V, dan Suga di ruang mixing selama pembuatan lagu ARIRANG. -Netflix-
Hingga beberapa hari pertama di LA, para member BTS masih belum tahu apa yang harus mereka siapkan untuk album comeback. Secara filosofi, arah artistik, hingga warna musik, tidak ada yang punya ide.
Ada keraguan tentang bagaimana comeback mereka kali ini akan diterima. Tentang apa yang diinginkan penggemar dari mereka setelah sekian lama berpisah dan industri yang menuntut inovasi.
Salah satu narasi terkuat dalam dokumenter ini adalah beban ekspektasi yang dipikul oleh RM, Jin, Suga, j-hope, Jimin, V, dan Jungkook. Setelah sukses global yang masif sebelum hiatus, muncul pertanyaan besar: "Bagaimana kita memulai kembali tanpa terjebak dalam kesuksesan masa lalu?"
BACA JUGA:Lirik dan Makna Lagu SWIM - BTS, Resmi Comeback lewat Album ARIRANG
Kamera menangkap dinamika di dalam studio rekaman saat mereka bekerja sama dengan produser ternama seperti Diplo dan Pdogg. Ada momen-momen penuh tekanan saat mereka kesulitan menentukan lagu utama (lead single).
Suga terlihat sangat serius dan metodis saat mengerjakan aransemen gitar. Sementara Jungkook terlihat frurtrasi ketika merekam bagian baitnya.
Dokumenter itu menunjukkan bahwa proses kreatif ARIRANG tidak mulus. Melainkan penuh dengan perdebatan artistik dan pencarian suara baru yang lebih dewasa.
3. Konsep ARIRANG Datang Belakangan
Lirik dan terjemahan Body to Body milik BTS, lagu b-side ARIRANG kesayangan ARMY. -BigHit Music---
Beberapa pekan sebelum pulang, para member BTS masih bingung menentukan pesan atau tema keseluruhan proyek comeback mereka. Direktur kreatif eksekutif BigHit, Lee Boyoung Lee, kemudian muncul dengan konsep ARIRANG.
Dia yang menceritakan kisah tujuh pemuda Korea yang pada 1896 menyeberangi lautan untuk menempuh pendidikan di AS. Di sana mereka bertemu dengan produser musik dan ahli etnologi Alice C. Fletcher.
Ketujuh orang itu, untuk kali pertama, merekam Arirang, sebuah lagu rakyat legendaris yang sudah ada sejak abad ke-14. Lee juga mencatat bahwa kata arirang berkaitan dengan kerinduan mendalam akan orang-orang terkasih. Yang menurutnya cocok dengan kisah BTS.