YERUSALEM, DISWAYMALANG.ID-Ledakan besar mengguncang Kota Tua YERUSALEM, Jumat, 21 Maret 2026, setelah peringatan serangan rudal dari Iran. Dampak serangan itu nyata. Sebuah kawah terbentuk di lereng bukit. Puing-puing beterbangan hingga ke jalan di sekitarnya.
Lokasi ledakan hanya berjarak beberapa ratus meter dari situs-situs paling suci di dunia. Yakni, Masjid Al-Aqsa, Western Wall, dan Gereja Kebangkitan Yesus. Ketiganya menjadi simbol penting bagi umat Islam, Yahudi, dan Kristen.
Jurnalis Agence France-Presse melaporkan langsung dampak ledakan tersebut. Area di kawasan Yahudi di Kota Tua segera ditutup aparat kepolisian setelah beberapa dentuman keras terdengar di pusat kota.
BACA JUGA:Ditjen Hubdar Imbau Hindari Puncak Arus Balik 24 Maret, Arus Mudik Berakhir dan Berjalan Lancar
“Kami mendengar ledakan sangat besar dan puing-puing terlempar hingga sekitar 15 meter,” kata Schimon Elkayam, 44, sambil menunjukkan pecahan batu yang ia temukan di lokasi.
Ia juga menyampaikan kekhawatiran yang lebih besar. “Sekarang komunitas Yahudi, Kristen, dan Muslim, semuanya menjadi target,” ujarnya.
Militer Israel sebenarnya menyatakan bahwa kawasan Kota Tua terkena dampak pecahan rudal Iran. Namun, aparat kepolisian memberikan penjelasan berbeda. Komandan polisi Kota Tua, Dvir Tamim, mengatakan ledakan disebabkan oleh hantaman langsung rudal. Bukan sekadar serpihan rudal hasil pencegahan. Dan tim penjinak bom masih memeriksa untuk memastikan jenis rudal yang digunakan.
BACA JUGA:Ribuan Warga Padati TPU Polehan saat Ziarah Lebaran, Sempat Picu Kemacetan Panjang
Kepolisian Israel menyebut, hulu ledak yang jatuh mengandung puluhan kilogram bahan peledak. Meski demikian, AFP belum dapat memverifikasi secara independen apakah itu merupakan hantaman langsung atau serpihan dari sistem pertahanan udara.
Kementerian Luar Negeri Israel langsung bereaksi keras. Mereka menuding Iran menyerang situs suci yang dihormati tiga agama. “Serangan Iran terhadap situs-situs suci yang dihormati tiga agama menunjukkan kegilaan rezim Iran yang mengklaim dirinya religius,” tulis kementerian tersebut dalam pernyataan di platform X. Pernyataan itu juga menyebut serangan tersebut sebagai “hadiah Iran” di momen Idulfitri.
Seorang warga di distrik sekitar lokasi kejadian mengatakan melihat benda jatuh dari langit. “Sesuatu jatuh lurus dari langit. Lalu terdengar ledakan keras dan asap putih naik,” ujarnya.
Akibat insiden itu, setidaknya satu orang mengalami luka ringan dan telah dibawa ke rumah sakit. Selain itu, kerusakan juga terjadi di area sekitar, termasuk lapangan sepak bola yang biasa digunakan anak-anak. “Ledakan itu membuat puing-puing beterbangan sampai ke lapangan tempat anak saya bermain. Ini menakutkan,” kata Devorah Abramson, 48.
BACA JUGA:Sering Picu Kecelakaan Lalu Lintas, Berikut Tips Aman Cegah Microsleep saat Mudik atau Liburan
Insiden di Kota Tua initui bukan yang pertama. Awal pekan ini, kepolisian Israel juga melaporkan jatuhnya serpihan rudal di kawasan yang sama setelah serangan Iran.
Serangan tersebut merupakan bagian dari eskalasi konflik antara Iran dan Israel, yang juga melibatkan Amerika Serikat. Sejak 28 Februari 2026, Iran secara rutin meluncurkan rudal sebagai balasan atas serangan udara ke wilayahnya.
BACA JUGA:Sejarah! Salat Idulfitri Perdana di Masjid Negara IKN, Jadi Momen Kebersamaan Muslim di IKN
Hari itu, beberapa kali sirene peringatan serangan udara terdengar di Yerusalem dan Tel Aviv. Layanan darurat melaporkan sedikitnya dua orang terluka di wilayah dekat Tel Aviv. Media lokal juga menayangkan gambar sebuah bangunan permukiman yang terbakar akibat serangan.
AFP menulis, perkembangan perang telah mengarah ke area sensitif, termasuk kawasan bersejarah dan religius. Dampaknya tidak hanya pada infrastruktur, tetapi juga meningkatkan ketegangan antar komunitas yang selama ini hidup berdampingan di Kota Tua Yerusalem.